Ilustrasi ibu sedang bercerita pada kedua anaknya. (Pexels)
JawaPos.com – Bayangkan kamu sedang mengikuti presentasi. Ada dua pembicara, yang pertama menampilkan grafik penuh angka, sementara yang kedua membuka dengan sebuah kisah nyata tentang seseorang yang hidupnya berubah karena sebuah keputusan. Kira-kira, mana yang lebih mudah kamu ingat?
Sebagian besar orang akan lebih terhanyut oleh cerita. Padahal, angka dianggap lebih ‘ilmiah’ dan objektif.
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan ada penjelasan psikologi di baliknya.
Otak manusia ternyata memang dirancang untuk lebih cepat menangkap informasi berbentuk narasi dibandingkan data kaku.
Baca Juga: Festival Hantu Kelaparan 2025: Mengenal Budaya Bulan Hantu, Pantangan, dan Kisah di Balik Perayaan
Otak dan Daya Tarik Alami pada Cerita
Menurut Harvard Business Publishing, cerita memiliki kekuatan unik karena bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan data.
Saat mendengar angka, bagian otak yang aktif biasanya hanya area bahasa.
Namun, saat mendengar cerita, hampir seluruh otak ikut terlibat, termasuk area yang memproses emosi, pengalaman sensorik, dan bahkan motorik.
Itulah sebabnya sebuah kisah bisa membuat kita merasa seolah-olah ikut mengalami kejadian itu.
Cerita membangkitkan imajinasi, memicu empati, dan memudahkan otak menyimpan informasi.
Sementara angka hanya singgah sebentar, kisah bisa melekat bertahun-tahun.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
