Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 02.18 WIB

Perlu Diwaspadai, Kenali 5 Pengaruh Trauma Masa Kecil yang Membentuk Kepribadian Dewasa dan Perilaku Sehari-Hari

Ilustrasi Trauma Masa Kecil (Freepik) - Image

Ilustrasi Trauma Masa Kecil (Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang membawa cerita dari masa kecilnya, baik berupa kenangan indah maupun pengalaman pahit yang membekas hingga dewasa. Namun, tidak jarang luka batin yang dialami sejak dini justru menjadi bayang-bayang yang memengaruhi cara seseorang memandang dunia dan dirinya sendiri.

Trauma masa kecil bukan sekadar kisah yang berlalu, melainkan memori yang tertanam dalam jiwa dan bisa membentuk kepribadian di masa depan. Pengalaman ini mampu memberi dampak jangka panjang, terutama pada pola pikir, emosi, dan hubungan sosial seseorang.

Trauma masa kecil sering meninggalkan bekas mendalam yang tak terlihat, namun perlahan mengukir kepribadian dan pola respons emosional seseorang di usia dewasa. Dilansir dari CLSD Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, dijelaskan bahwa pengalaman mengancam, seperti kekerasan atau pengabaian, bisa memperkuat ketidakpercayaan, kesulitan membangun hubungan sehat, serta memicu emosi negatif yang terus membayang hingga dewasa.

Sementara itu, mengutip Halodoc, disebutkan bahwa trauma masa kecil, seperti pelecehan atau perundungan, berisiko meningkatkan kemungkinan munculnya gangguan kepribadian dewasa seperti paranoid atau borderline personality disorder.

Berikut 5 pengaruh trauma masa kecil yang akan membentuk kepribadian saat dewasa:

1. Perilaku dan Emosi yang Muncul Akibat Trauma

Individu bisa mengalami hyperarousal, yakni kewaspadaan berlebihan terhadap stres yang menyebabkan reaksi emosional berlebih. Mereka mungkin sulit mengendalikan emosi, dan sering merasa cemas atau ingin menghindar dari tanggung jawab.

2. Gangguan Daya Konsentrasi dan Kognitif

Trauma masa lalu juga dapat mengganggu fungsi otak seperti konsentrasi dan fokus, karena efek hormon stres yang menghambat perkembangan neural. Hal ini bisa membuat aktivitas belajar atau bekerja terasa berat karena pikiran yang terpecah oleh ingatan traumatik.

3. Pengaruh Sosial dan Relasional

Trauma anak sering menumbuhkan rasa ketidakpercayaan yang mendalam, membuat individu kesulitan membuka diri secara emosional. Hal ini berujung pada hubungan interpersonal yang tertutup dan jauh dari keintiman.

4. Gangguan Kepribadian Spesifik yang Muncul

Beberapa individu dengan trauma masa kecil rentan mengalami gangguan kepribadian paranoid, ditandai dengan rasa curiga berlebihan dan sulit mempercayai orang lain. Trauma yang intens juga bisa menjadi pemicu kepribadian ganda (Dissociative Identity Disorder) sebagai bentuk pelarian psikologis.

5. Risiko Gangguan Psikologis Lainnya

Trauma masa kecil kuat berkaitan dengan peningkatan risiko PTSD, depresi, serta gangguan kecemasan kronis hingga psikotik. Gangguan stres pasca-trauma bisa membuat individu sering terjebak dalam kilas balik, mimpi buruk, atau keadaan emosional yang sulit dikendalikan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore