Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 03.27 WIB

Alasan Seseorang Susah Move On Menurut Psikologi, dari Kenangan Manis Hingga Ketergantungan Emosional

patah hati./. (Freepik)

JawaPos.com – Putus cinta sering kali menjadi pengalaman emosional yang paling berat dalam hidup seseorang.

Meski hubungan telah usai, banyak orang merasa kesulitan untuk benar-benar melepaskan mantan pasangan.

Kondisi ini kerap disebut “susah move on”. Para psikolog menegaskan, ada beragam alasan psikologis yang membuat seseorang sulit melangkah maju meskipun hubungan sudah berakhir.

Kenangan Manis yang Sulit Dilupakan

Menurut Psychology Today (2021), salah satu faktor utama yang membuat seseorang susah move on adalah kenangan positif yang terlalu kuat. Otak manusia cenderung mengingat momen bahagia lebih lama dibanding momen buruk.

Akibatnya, setelah putus, kenangan indah justru muncul lebih sering dan membuat individu merasa kehilangan sesuatu yang berharga.

Ketergantungan Emosional

Sebuah artikel dari Mind Body Green (2023) menekankan bahwa hubungan asmara sering kali menciptakan ketergantungan emosional.

Saat berpasangan, seseorang terbiasa berbagi cerita, perhatian, hingga dukungan emosional setiap hari.

Setelah hubungan berakhir, hilangnya rutinitas tersebut menimbulkan rasa hampa yang sulit digantikan dalam waktu singkat.

Efek Biologis pada Otak

Tidak hanya soal perasaan, putus cinta juga memengaruhi kinerja otak. Menurut riset dari Verywell Mind (2024), saat seseorang jatuh cinta, otak melepaskan dopamin dan oksitosin—hormon yang menimbulkan rasa bahagia.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore