Lingkungan kerja yang suportif dengan dukungan sosial terbukti meningkatkan kepuasan
JawaPos.com – Apakah kepuasan kerja hanya ditentukan oleh gaji dan fasilitas kantor? Para psikolog menjawab tidak.
Riset menunjukkan bahwa faktor psikologis memiliki peran besar dalam menentukan sejauh mana seorang karyawan merasa puas dengan pekerjaannya.
Motivasi, tingkat stres, hubungan dengan rekan kerja, hingga keseimbangan hidup pribadi dan pekerjaan, semuanya memengaruhi perasaan puas atau tidaknya seseorang dalam bekerja.
Apa itu kepuasan kerja dan mengapa penting?
Kepuasan kerja merujuk pada perasaan positif yang muncul ketika karyawan menilai pekerjaan mereka sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan pribadi. Menurut European Journal of Work and Organizational Psychology (2024), kepuasan kerja berhubungan langsung dengan produktivitas, retensi karyawan, dan kesehatan mental. Karyawan yang puas cenderung lebih loyal, lebih termotivasi, dan memiliki risiko burnout yang lebih rendah.
Siapa yang paling terdampak oleh faktor psikologis ini?
Faktor psikologis dapat memengaruhi semua kalangan pekerja, baik di level staf maupun manajemen. Studi yang dipublikasikan oleh PMC (2023) menemukan bahwa karyawan muda yang baru memulai karier lebih rentan mengalami penurunan kepuasan kerja akibat stres adaptasi. Sementara itu, karyawan senior cenderung dipengaruhi oleh faktor dukungan organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja.
Faktor psikologis apa saja yang memengaruhi kepuasan kerja?
Motivasi internal dan eksternal.
Motivasi internal seperti rasa bangga atas pencapaian pribadi dan kesempatan berkembang sangat menentukan kepuasan. Sedangkan motivasi eksternal, misalnya gaji dan penghargaan, juga menjadi faktor pendukung penting. Menurut jurnal ICBEM (2023), kombinasi keduanya berkontribusi pada rasa puas yang lebih konsisten.
Stres kerja dan tekanan mental.
Beban kerja berlebih, deadline yang ketat, hingga kurangnya kontrol atas pekerjaan bisa memicu stres. Dalam jangka panjang, kondisi ini menurunkan kepuasan kerja. Riset dari Harbin Engineering Journal (2023) menegaskan bahwa tingkat stres berbanding terbalik dengan kepuasan karyawan.
Hubungan sosial di tempat kerja.
Dukungan rekan kerja dan atasan mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Karyawan yang merasa dihargai dan memiliki relasi sosial positif lebih mungkin betah di perusahaan. Artikel dari Eurobrussels (2024) menyebutkan bahwa workplace friendship berperan besar dalam meningkatkan perasaan puas.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
