Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 01.15 WIB

7 Perilaku ‘Baik’ yang Sebenarnya Jadi Tanda Bahwa Seseorang Ingin Mengendalikanmu, Menurut Psikologi

Ilustrasi perilaku yang tampak baik tapi sebenarnya menjadi tanda bahwa seseorang ingin mengendalikanmu, menurut perspektif psikologi./ freepik/ prostock-studio - Image

Ilustrasi perilaku yang tampak baik tapi sebenarnya menjadi tanda bahwa seseorang ingin mengendalikanmu, menurut perspektif psikologi./ freepik/ prostock-studio

JawaPos.com - Kebaikan sering dianggap sebagai kualitas yang patut dihargai, namun tidak semua tindakan yang tampak ramah atau peduli selalu datang dari niat yanf tulus.

Dalam banyak kasus, orang menggunakan kebaikan sebagai cara halus untuk memengaruhi atau mengendalikan orang lain.

Mereka bisa terlihat sangat perhatian, selalu siap membantu, atau memberi banyak hal secara terus-menerus, namun di balik semua itu tersimpan motif untuk mengatur perilaku atau keputusanmu.

Menyadari tanda-tanda ini sangatlah penting agar kita tidak terjebak dalam pengaruh orang lain yang ingin memanipulasi dengan kedok kebaikan.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (27/8), berikut merupakan 7 perilaku yang tampak baik tapi sebenarnya menjadi tanda bahwa seseorang ingin mengendalikanmu, menurut perspektif psikologi.

1. Terlalu Membantu

Orang yang terlalu sering membantu, bahkan ketika bantuan mereka sebenarnya tidak diminta atau dibutuhkan, bisa jadi ia hanya ingin mengendalikan situasi atau orang lain.

Alih-alih memberi kesempatan bagi kita untuk belajar, berkembang, dan menemukan solusi sendiri, mereka cenderung mengambil alih dan membuat kita bergantung pada mereka.

Kebaikan sejati menghormati batasan orang lain, memberi ruang bagi mereka untuk mandiri, dan mendukung pertumbuhan pribadi tanpa menutupi kelemahan atau menciptakan ketergantungan.

Terlalu banyak bantuan bisa tampak ramah dan peduli, tetapi jika dilakukan terus-menerus tanpa memperhatikan kebutuhan orang lain, itu bisa menjadi bentuk kontrol halus yang sulit disadari.

2. Pura-pura Rentan (Feigned Vulnerability)

Kadang, orang yang tampak paling lemah atau emosional justru memiliki kemampuan untuk mengontrol orang lain secara halus.

Mereka berpura-pura rentan atau tak berdaya untuk memancing rasa bersalah atau empati, sehingga orang lain terdorong untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

Strategi ini memanfaatkan kebaikan dan simpati orang lain sebagai alat kontrol. Kebaikan sejati tidak memaksa orang lain melalui rasa bersalah atau simpati, melainkan menghormati pilihan dan kemampuan mereka untuk memberi bantuan dengan kesadaran sendiri.

3. Pujian yang Terus-menerus

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore