Media sosial berpengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Di era digital, media sosial bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan bagian dari identitas diri. Dari Instagram, TikTok, hingga X (Twitter), setiap unggahan dan interaksi mencerminkan sekaligus membentuk kepribadian seseorang. Namun, seberapa besar sebenarnya pengaruh media sosial terhadap kepribadian manusia modern?
Menurut penelitian yang dipublikasikan di National Library of Medicine (PMC, 2023), penggunaan media sosial berhubungan langsung dengan aspek kepribadian tertentu, terutama pada individu dengan tingkat extraversion dan neuroticism yang tinggi. Mereka yang aktif di media sosial cenderung lebih ekspresif, terbuka, namun juga berisiko mengalami kecemasan berlebih ketika mendapat umpan balik negatif.
Sementara itu, studi dari ResearchGate (2023) menegaskan adanya korelasi antara durasi penggunaan media sosial dengan perubahan perilaku. Individu yang menghabiskan waktu lebih banyak di platform digital lebih mudah terpengaruh pada norma sosial daring, termasuk tren gaya hidup, standar kecantikan, hingga pola komunikasi.
Media Sosial Membentuk Identitas dan Citra Diri
Penelitian yang dilakukan IOMC World Journal menunjukkan bahwa media sosial menjadi medium utama self-presentation. Artinya, banyak orang menggunakan media sosial untuk menampilkan versi terbaik dari dirinya. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga memunculkan tekanan sosial ketika standar yang ditampilkan terlalu tinggi.
Studi lain dari Journal of Hospitality and Network Business (STIPRAM, 2021) mengungkap bahwa kecenderungan membentuk citra diri di media sosial bisa menimbulkan dualitas kepribadian: kepribadian asli dalam kehidupan nyata dan kepribadian "ideal" yang ditampilkan di dunia maya.
Dampak pada Kesehatan Mental
Meski memberi ruang ekspresi, media sosial juga dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan psikologis. Penelitian yang dirilis oleh Ifrel Research (2022) menemukan bahwa interaksi yang terlalu intens di media sosial dapat memicu stres, rasa tidak puas, hingga menurunkan self-esteem.
Sebaliknya, bila digunakan dengan bijak, media sosial bisa memperkuat relasi sosial, memperluas wawasan, dan menjadi sarana pengembangan diri. Menurut ResearchGate (2013) tentang motivasi penggunaan Facebook, individu dengan kepribadian terbuka (openness) lebih sering menjadikan media sosial sebagai alat belajar dan eksplorasi, bukan sekadar hiburan.
Siapa yang Paling Terpengaruh?
Studi lintas jurnal menyebutkan bahwa generasi muda adalah kelompok yang paling rentan mengalami perubahan kepribadian akibat media sosial. Hal ini karena masa remaja hingga dewasa muda adalah fase pembentukan identitas diri.
Namun, bukan berarti kelompok usia lain bebas dari dampak. Orang dewasa pun bisa terpengaruh oleh tekanan sosial digital, terutama ketika media sosial dijadikan alat pembanding kehidupan. Bahkan dalam konteks pekerjaan, citra diri di media sosial kini sering dijadikan tolok ukur profesionalitas, sehingga seseorang terdorong untuk terus tampil 'sempurna' di ruang maya. Tekanan inilah yang membuat kepribadian seseorang bisa bergeser, dari yang awalnya sederhana menjadi lebih perfeksionis.
Bagaimana Menghadapinya?
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
