
Ilustrasi orang yang sering nonton tiktok tengah malam (freepik)
JawaPos.com - Hampir semua orang pernah mengalaminya: jam sudah menunjukkan tengah malam, kamu berjanji hanya akan menonton beberapa video TikTok, tapi tahu-tahu sudah dini hari.
Mata mulai berat, otak terasa lelah, dan kamu tahu besok akan berat—namun jari tetap terus menggulir layar.
Fenomena ini sering disebut psikolog sebagai revenge bedtime procrastination, yaitu menunda tidur dengan melakukan aktivitas menyenangkan meskipun tahu akan menyesalinya keesokan hari. Namun, di balik kebiasaan ini tersembunyi sesuatu yang lebih dalam: pola emosional.
Binge-watching TikTok di malam hari bukan hanya soal konten. Sering kali itu menjadi cara untuk menghindari, menenangkan, atau bahkan memperbesar emosi tertentu.
Dikutip dari Geediting, Jumat (22/8) berikut tujuh kebiasaan emosional yang biasanya tersembunyi di balik kebiasaan begadang sambil scroll TikTok.
TikTok memang dirancang untuk memberi “ledakan” dopamin singkat—video lucu, mengejutkan, atau menginspirasi yang memberi kepuasan instan. Saat seseorang kesulitan mengatur emosinya, kepuasan kecil ini menjadi pelarian mudah. Namun, hal ini bisa membentuk lingkaran setan: semakin malam, semakin sulit berhenti, dan pagi harinya justru merasa lelah. Akhirnya otak jadi terbiasa mencari stimulasi lebih banyak hanya untuk merasakan puas.
Bagi sebagian orang, menonton TikTok terasa seperti kompromi. Alih-alih benar-benar beristirahat, mereka memilih tetap “melakukan sesuatu” agar tidak merasa bersalah karena diam saja. Masalahnya, ini bukanlah istirahat yang sesungguhnya. Pikiran tetap sibuk, tubuh tidak benar-benar pulih, dan tidur semakin tertunda. Akar dari kebiasaan ini sering kali berasal dari keyakinan bahwa nilai diri hanya diukur dari produktivitas, sehingga waktu santai terasa “salah”.
Malam hari biasanya jadi waktu ketika rasa cemas, kesepian, atau kekecewaan muncul ke permukaan. TikTok pun jadi pelindung dari perasaan tersebut. Masalahnya, menghindari emosi hanya membuatnya menumpuk. Mereka tidak hilang, hanya tertunda untuk muncul lagi di lain waktu. Ironisnya, jika berani menghadapi perasaan itu meski sebentar saja, justru bisa membuatnya perlahan mereda.
Media sosial memberi ilusi kedekatan. Menonton orang berbagi cerita atau lelucon bisa terasa hangat, tapi itu bukanlah pengganti hubungan nyata. Akhirnya, rasa kesepian justru makin dalam karena hanya jadi “penonton” kehidupan orang lain. Ketika kedekatan digital dijadikan pengganti hubungan asli, keberanian untuk menjalin koneksi nyata semakin terkikis.
Kadang, begadang bukan karena TikTok itu menyenangkan, melainkan karena ingin menunda menghadapi hari esok. Jika besok ada deadline, rapat sulit, atau keputusan besar, menunda tidur terasa seperti bentuk perlawanan kecil. Namun, kenyataannya masalah tetap menunggu. Hanya saja, kamu menghadapinya dengan tubuh lebih lelah dan stres yang bertambah.
Hidup penuh ketidakpastian, dan bagi orang yang cemas, itu terasa menakutkan. TikTok menawarkan kepastian sederhana: geser layar, muncul hiburan baru. Ritmenya teratur, risikonya nol, dan selalu bisa diprediksi. Itu memberi rasa aman sementara. Tapi jika terlalu bergantung, justru membuat sulit membangun ketahanan menghadapi ketidakpastian nyata dalam hidup.
Keheningan malam sering memunculkan pikiran yang dihindari sepanjang hari—penyesalan, kekhawatiran, atau pertanyaan besar tentang arah hidup. Karena terasa berat, banyak orang memilih menenggelamkannya dengan scroll TikTok. Memang terasa lega sesaat, tapi sebenarnya ini hanya bentuk penghindaran. Sayangnya, setiap kali memilih distraksi, kesempatan untuk refleksi diri hilang. Padahal refleksi, meski tidak nyaman, adalah pintu menuju pertumbuhan dan kejelasan hidup.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
