Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 07.54 WIB

9 Sifat Psikologis yang Dimiliki Orang yang Lebih Suka Belanja Online daripada di Toko Offline

Ilustrasi seseorang yang lebih suka belanja di toko online (Geediitng)



JawaPos.com - Banyak orang menganggap belanja online hanya soal kenyamanan. Tinggal klik beberapa tombol, barang datang, tanpa ribet. Namun, jika kamu secara konsisten memilih belanja online untuk menghindari toko yang penuh orang, pilihan ini sebenarnya mengungkap hal yang lebih dalam tentang kepribadianmu.

Ini bukan sekadar preferensi. Psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan cara kamu mengatur energi, berinteraksi dengan orang lain, hingga mengendalikan lingkungan sekitarmu.

Dikutip dari laman Geediting, berikut adalah 9 sifat psikologis yang biasanya dimiliki orang yang lebih memilih belanja online dibanding berdesakan di toko ramai.

1. Lebih Mengutamakan Otonomi daripada Konformitas

Orang yang memilih belanja online biasanya memiliki kebutuhan kuat akan kebebasan dalam membuat pilihan. Di toko ramai, banyak distraksi: promosi, antrean panjang, atau orang yang tidak sengaja bersenggolan.

Belanja online memberi kendali penuh—kamu bisa memilih produk sesuai tempo sendiri. Dalam psikologi, hal ini disebut self-determination, yaitu dorongan untuk bertindak sesuai preferensi pribadi, bukan tekanan eksternal.

2. Sensitif terhadap Overstimulasi

Toko ramai biasanya penuh kebisingan, cahaya terang, dan situasi membingungkan. Bagi sebagian orang, ini bisa menimbulkan kelelahan mental.

Jika kamu cenderung menghindarinya, artinya kamu lebih peka terhadap overstimulasi. Ini bukan kelemahan, melainkan tanda bahwa sistem sarafmu lebih peka terhadap detail dan lebih cepat terkuras di lingkungan kacau. Belanja online jadi cara regulasi diri yang sehat.

3. Lebih Suka Efisiensi dan Kontrol

Di dunia online, ada filter pencarian, keranjang tersimpan, dan perbandingan harga instan. Sebaliknya, toko ramai identik dengan antrean panjang, tersesat di rak, dan waktu terbuang.

Orang yang lebih memilih online biasanya condong ke pola pikir instrumental thinking—fokus pada efisiensi dan penyelesaian masalah. Bagi mereka, belanja adalah tugas, bukan aktivitas sosial.

4. Menjaga Energi Sosial dengan Cermat

Tidak semua orang memiliki “baterai sosial” yang sama. Ekstrover bisa merasa bersemangat di keramaian, sementara introver justru merasa terkuras.

Jika kamu memilih belanja online, itu artinya kamu mengelola energi sosialmu dengan hati-hati. Kamu bukan anti-sosial, hanya lebih memilih interaksi bermakna daripada kontak acak dengan orang asing di toko.

5. Antisipatif terhadap Stres dan Menguranginya Sejak Awal

Toko ramai sering identik dengan ketidakpastian—parkir sulit, antrean panjang, atau orang yang memotong jalan di lorong.

Jika kamu menghindarinya dengan belanja online, kamu sedang melakukan anticipatory coping: strategi menghadapi stres sebelum itu terjadi. Ini menandakan kamu proaktif dalam mengatur kenyamanan hidupmu.

6. Lebih Memercayai Sistem daripada Spontanitas

Belanja online menawarkan kepastian: klik, bayar, barang datang. Sebaliknya, belanja di toko penuh ketidakpastian—stok bisa habis, antrean panjang, atau pelayanan lambat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore