
Ilustrasi seseorang dengan ekspresi wajah yang mencoba tersenyum, namun matanya menunjukkan kekesalan, mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara kata dan perasaan./Freepik
JawaPos.com - Kadang, kita secara tidak sadar sering mengucapkan “tidak masalah” meskipun sebenarnya merasa kesal atau marah.
Frasa ini menjadi respons otomatis atas situasi yang tidak nyaman. Kebiasaan ini lebih dari sekadar sopan santun.
Melansir dari Geediting.com Jumat (15/8), perilaku ini sering menjadi tanda adanya alasan psikologis yang lebih dalam.
Menggunakan frasa ini bagaikan operasi untuk memutuskan koneksi antara apa yang kita rasakan dan apa yang kita katakan. Ungkapan ini adalah sebuah patologi dalam komunikasi.
1. Belajar Menekan Emosi Sejak Dini
Penyebab kebiasaan ini sering berakar dari pola asuh saat masih kecil. Di masa lalu, mengekspresikan kekesalan bisa dianggap sebagai sesuatu yang dilarang atau berbahaya. Sering kali, orang-orang ini tumbuh menjadi pemain sandiwara emosional.
Mereka terbiasa menyembunyikan amarah dan frustrasinya di balik topeng ketenangan. Hal ini membuat mereka menjadi pribadi yang tidak terbiasa dengan ekspresi emosional yang sehat.
2. Kebingungan antara Kecerdasan Emosional dan Menghilangkan Emosi
Satu di antara alasannya, para pengguna frasa ini mengira mereka adalah orang yang bijaksana. Mereka salah mengartikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk menghilangkan emosi negatif. Padahal kecerdasan emosional adalah mengelola emosi, bukan menghilangkannya.
Mereka menyangka diri mereka sudah berevolusi dalam bersikap dewasa. Padahal, mereka hanya menghindari konfrontasi dan konflik.
3. Tubuh Menyimpan Kemarahan yang Ditekan
Meskipun bibir mengatakan "tidak masalah," tubuh mereka bercerita hal lain. Kemarahan yang ditekan dapat terwujud secara fisik dalam bentuk sakit rahang dan bahu kaku. Kondisi itu juga bisa menyebabkan sakit perut tanpa penjelasan medis jelas.
Kemarahan yang tidak terekspresikan tidak menghilang, melainkan bermetastasis. Tubuh menyimpan skor emosi yang tidak diakui secara sadar.
4. Akumulasi Dendam yang Tidak Disadari
Setiap ucapan "tidak masalah" adalah deposit dalam akun dendam yang tidak disadari. Setiap kali seorang teman merusak barang atau rekan kerja mengambil pujian, kekesalan itu tersimpan. Dendam ini akan terakumulasi dan menghasilkan bunga yang besar.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
