Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 03.46 WIB

Misteri di Balik Ungkapan 'Tidak Masalah', Saat Hati Sebenarnya Sangat Kesal dan Marah

Ilustrasi seseorang dengan ekspresi wajah yang mencoba tersenyum, namun matanya menunjukkan kekesalan, mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara kata dan perasaan./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang dengan ekspresi wajah yang mencoba tersenyum, namun matanya menunjukkan kekesalan, mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara kata dan perasaan./Freepik

JawaPos.com - Kadang, kita secara tidak sadar sering mengucapkan “tidak masalah” meskipun sebenarnya merasa kesal atau marah.

Frasa ini menjadi respons otomatis atas situasi yang tidak nyaman. Kebiasaan ini lebih dari sekadar sopan santun.

Melansir dari Geediting.com Jumat (15/8), perilaku ini sering menjadi tanda adanya alasan psikologis yang lebih dalam.

Menggunakan frasa ini bagaikan operasi untuk memutuskan koneksi antara apa yang kita rasakan dan apa yang kita katakan. Ungkapan ini adalah sebuah patologi dalam komunikasi.

1. Belajar Menekan Emosi Sejak Dini

Penyebab kebiasaan ini sering berakar dari pola asuh saat masih kecil. Di masa lalu, mengekspresikan kekesalan bisa dianggap sebagai sesuatu yang dilarang atau berbahaya. Sering kali, orang-orang ini tumbuh menjadi pemain sandiwara emosional.

Mereka terbiasa menyembunyikan amarah dan frustrasinya di balik topeng ketenangan. Hal ini membuat mereka menjadi pribadi yang tidak terbiasa dengan ekspresi emosional yang sehat.

2. Kebingungan antara Kecerdasan Emosional dan Menghilangkan Emosi

Satu di antara alasannya, para pengguna frasa ini mengira mereka adalah orang yang bijaksana. Mereka salah mengartikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk menghilangkan emosi negatif. Padahal kecerdasan emosional adalah mengelola emosi, bukan menghilangkannya.

Mereka menyangka diri mereka sudah berevolusi dalam bersikap dewasa. Padahal, mereka hanya menghindari konfrontasi dan konflik.

3. Tubuh Menyimpan Kemarahan yang Ditekan

Meskipun bibir mengatakan "tidak masalah," tubuh mereka bercerita hal lain. Kemarahan yang ditekan dapat terwujud secara fisik dalam bentuk sakit rahang dan bahu kaku. Kondisi itu juga bisa menyebabkan sakit perut tanpa penjelasan medis jelas.

Kemarahan yang tidak terekspresikan tidak menghilang, melainkan bermetastasis. Tubuh menyimpan skor emosi yang tidak diakui secara sadar.

4. Akumulasi Dendam yang Tidak Disadari

Setiap ucapan "tidak masalah" adalah deposit dalam akun dendam yang tidak disadari. Setiap kali seorang teman merusak barang atau rekan kerja mengambil pujian, kekesalan itu tersimpan. Dendam ini akan terakumulasi dan menghasilkan bunga yang besar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore