Mengabaikan perawatan diri adalah salah satu kebiasaan yang harus ditinggalkan agar hidup lebih tenang dan bebas stres (freepik)
JawaPos.com – Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang tanpa sadar memelihara kebiasaan yang justru menjadi sumber utama stres dan kegelisahan.
Psikologi modern menunjukkan bahwa stres kronis sering kali bukan hanya akibat dari tekanan eksternal, melainkan juga pola hidup dan kebiasaan mental yang kita pilih setiap hari.
Mulai dari multitasking yang melelahkan otak, terlalu banyak komitmen hingga lupa merawat diri, hingga terus-menerus terhubung dengan dunia digital tanpa jeda, semua ini dapat mengikis ketenangan batin.
Untuk hidup lebih damai, ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang wajib ditinggalkan bukan sekadar untuk mengurangi stres, tetapi juga untuk membangun kualitas hidup yang lebih sehat, fokus, dan seimbang sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (11/8) :
Baca Juga: 6 Shio Karir Makin Melejit di Akhir Agustus 2025 Didekati Duit Punya Mobil Impian Keturutan
Secara psikologis, multitasking membuat otak bekerja lebih keras dalam waktu singkat sehingga membuat kita merasa kewalahan dan lelah.
Penelitian oleh Rubenstein et al. (2020) menemukan bahwa multitasking menurunkan produktivitas hingga 40% dan meningkatkan kelelahan mental. Seseorang yang sering multitasking cenderung memiliki tingkat kortisol (hormon stres) yang lebih tinggi, sehingga berisiko mengalami burnout.
Dari sisi kepribadian, kebiasaan ini sering dimiliki oleh individu dengan sifat perfeksionis atau high-achiever yang sulit melepaskan kendali, padahal ketenangan hidup lebih mudah dicapai jika fokus pada satu hal dalam satu waktu.
Menerima terlalu banyak tanggung jawab baik di pekerjaan, keluarga, maupun pertemanan membebani kapasitas emosional seseorang.
Penelitian dari American Psychological Association (APA, 2017) menunjukkan bahwa overcommitment (terlalu komitmen) berkorelasi dengan meningkatnya kecemasan, gangguan tidur, dan penurunan kepuasan hidup.
Secara kepribadian, orang yang terlalu berkomitmen biasanya memiliki people-pleaser traits, yaitu kebutuhan untuk selalu membuat orang lain senang.
Ironisnya, kebiasaan ini justru membuat mereka kehilangan waktu untuk diri sendiri, yang pada akhirnya mengikis ketenangan batin. Bahkan kebiasaan ini membuat kita merasa lelah dan stres karena kita terus-menerus berusaha memenuhi harapan semua orang.
Perawatan diri (self-care) bukan sekadar memanjakan diri, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
