Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Agustus 2025 | 16.59 WIB

7 Frasa Pilihan Tanda Kedewasaan Emosional Belum Sempurna Menurut Ilmu Psikologi

Ilustrasi dua orang dewasa yang sedang berbicara di kafe. Keduanya tampak saling menutupi perasaan./Freepik - Image

Ilustrasi dua orang dewasa yang sedang berbicara di kafe. Keduanya tampak saling menutupi perasaan./Freepik

JawaPos.com - Sejatinya, kedewasaan emosional dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang memahami perasaannya sendiri. Namun, tidak semua orang dewasa memiliki tingkat kedewasaan emosional yang baik. Sering kali, kesulitan mereka dalam mengelola emosi termanifestasi melalui percakapan sehari-hari yang dilakukan.

Melansir dari Geediting.com Minggu (10/8), ada tujuh frasa umum yang menjadi tanda peringatan dini kedewasaan emosional.

Frasa ini bisa menyebabkan kesalahpahaman dan merusak hubungan interpersonal. Mari kita telusuri frasa-frasa tersebut.

1. "Kamu Selalu..." atau "Kamu Tidak Pernah..."

Frasa ini adalah bentuk generalisasi yang sering dipakai untuk menyalahkan orang lain. Ini menunjukkan ketidakmampuan individu melihat situasi secara objektif. Mereka sulit memisahkan satu kejadian dari keseluruhan.

Frasa ini dipakai untuk menyerang dan menghakimi. Ini adalah taktik untuk mengalihkan fokus dari masalah utama.

2. "Aku Baik-baik Saja"

Meskipun terdengar sederhana, frasa ini sering kali mengandung makna lebih dalam. Ini adalah cara seseorang menghindari menghadapi perasaan yang sebenarnya. Mereka enggan berbagi kerentanan emosional.

Ini adalah bentuk perisai, bukan ungkapan perasaan yang sesungguhnya. Frasa ini sering dipakai untuk mengakhiri percakapan yang sulit.

3. "Itu Bukan Salahku"

Frasa ini mencerminkan keengganan seseorang untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Mereka menganggap diri sebagai korban, bukan pelaku. Ini adalah mekanisme pertahanan diri.

Frasa ini dipakai untuk menghindari konsekuensi dari kesalahan. Orang yang menggunakannya sulit mengakui peran mereka dalam sebuah masalah.

4. "Aku Tidak Peduli"

Sering kali, frasa ini adalah cara untuk menyembunyikan rasa rentan dan ketidaknyamanan emosional. Ini bukanlah tanda ketidakpedulian yang sesungguhnya. Mereka menghindari keterlibatan emosional.

Frasa ini menjadi pertahanan diri dari kemungkinan terluka. Orang yang mengatakannya justru peduli, tapi takut untuk menunjukkannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore