Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 01.40 WIB

Pasangan yang Setia dan Loyal Satu Sama Lain Biasanya Memiliki 5 Sikap Ini Secara Konsisten, Menurut Psikologi

Ilustrasi pasangan setia. (Freepik/senivpetro) - Image

Ilustrasi pasangan setia. (Freepik/senivpetro)

JawaPos.com - Menjalin hubungan jangka panjang yang sehat dan bahagia bukanlah perkara instan. Dibutuhkan komitmen, empati, dan konsistensi dalam perilaku sehari-hari. 

Psikologi menunjukkan bahwa pasangan yang setia dan loyal cenderung menampilkan pola-pola perilaku tertentu yang berkontribusi besar terhadap keberlangsungan hubungan. 

5 sikap berikut ini menjadi pondasi utama yang secara konsisten ditemukan dalam hubungan yang langgeng dan penuh kepercayaan seperti dirangkum dari Your Tango.

1. Komunikasi Terbuka dan Jujur

Keterbukaan dalam berbicara dan mendengar adalah dasar dari hubungan yang kokoh. Komunikasi yang sehat bukan hanya soal kemampuan menyampaikan perasaan atau pendapat, tetapi juga soal mendengarkan secara aktif. 

Dalam relasi yang kuat, kedua belah pihak berusaha memahami satu sama lain, bukan sekadar menanggapi. 

Studi psikologi mengungkapkan bahwa keterikatan emosional dibangun melalui rasa saling didengar dan dipahami. Mendengarkan tanpa niat langsung memperbaiki atau membantah, sering kali jauh lebih berharga daripada solusi apa pun.

2. Membuat Pasangan Merasa Diperhatikan

Seiring waktu, pasangan seringkali mulai terbiasa dan lupa untuk menunjukkan perhatian. Ungkapan cinta yang dulunya hangat bisa saja memudar. 

Padahal, untuk menjaga hubungan tetap hidup, setiap individu butuh merasa terlihat dan dihargai.

Perhatian itu bisa berupa pujian, sentuhan kasih sayang, atau sekadar ucapan sederhana bahwa kamu bersyukur memilikinya. 

Hubungan yang sehat ditandai oleh usaha terus-menerus dari kedua pihak untuk tidak saling menganggap remeh.

3. Menunjukkan Rasa Hormat

Rasa hormat merupakan pondasi penting dalam menjalin relasi yang sehat. Dalam hubungan yang tidak sehat, rasa hormat kerap hilang, ditandai dengan sikap meremehkan, mengabaikan, atau tidak menepati janji. 

Ketika seseorang merasa dinomorduakan atau tidak dihargai, bukan hanya hubungan yang melemah, tetapi harga diri juga ikut terganggu.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore