Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 17.01 WIB

Efek Psikologis Kloning AI dan Deepfake: Ancaman Identitas Digital yang Semakin Sulit Dihindari

Ilustrasi identitas digital (Freepik) - Image

Ilustrasi identitas digital (Freepik)

JawaPos.com - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan telah membawa kita pada era baru, di mana penciptaan kembaran digital bukan lagi sekadar imajinasi.

Kloning AI dan deepfake kini mampu meniru wajah, suara, bahkan perilaku seseorang dengan presisi yang mengkhawatirkan.

Meski membawa manfaat di beberapa sektor, kemunculan teknologi ini juga memicu persoalan etis dan psikologis yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Bayangkan jika suara Anda dipakai dalam panggilan penipuan, atau wajah Anda dimanipulasi untuk konten yang tidak pernah Anda buat.

Ini bukan skenario fiksi ilmiah ini adalah realitas yang sudah banyak terjadi.

Ancaman terhadap reputasi, identitas, dan rasa aman kini hadir dalam bentuk yang semakin sulit dikenali kebenarannya.

Fenomena klon digital yang beredar tanpa izin menimbulkan kekhawatiran psikologis yang nyata.

Dari kecemasan ekstrem, gangguan identitas, hingga ingatan palsu yang dapat memengaruhi persepsi publik dampaknya merambah ke sisi paling personal dari keberadaan manusia.

Artikel ini akan membahas enam dampak psikologis utama dari kloning AI dan deepfake, serta solusi yang bisa diupayakan untuk melindungi identitas Anda di era digital yang dihimpun dari Psychology Today pada Selasa (22/07).

1. Kecemasan dan Stres Akibat Penyalahgunaan Klon AI
Penyalahgunaan citra dan suara melalui klon AI dapat menyebabkan tekanan psikologis yang besar.

Banyak individu merasa tidak berdaya ketika menyadari bahwa identitas digital mereka digunakan tanpa izin.

Hal ini menimbulkan rasa terancam dan cemas berlebih, apalagi ketika hasil deepfake digunakan untuk tujuan yang merusak nama baik.

Kondisi ini sering kali disebut sebagai “doppelgänger-phobia”, yaitu ketakutan bahwa seseorang memiliki tiruan digital yang bisa menciptakan kekacauan dalam kehidupan nyata.

Rasa aman yang selama ini melekat pada identitas pribadi menjadi runtuh saat klon AI bisa berbicara dan bertindak seolah-olah itu adalah Anda.

Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memicu gangguan kecemasan dan penurunan kepercayaan diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore