Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 06.46 WIB

Bila Suara Kunyahan Mengganggu Anda, Psikologi Ungkap 6 Sifat Khas Ini Mungkin Anda Miliki

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan ekspresi terganggu oleh suara di sekitarnya, merefleksikan reaksi terhadap misofonia./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan ekspresi terganggu oleh suara di sekitarnya, merefleksikan reaksi terhadap misofonia./Freepik

JawaPos.com - Suara kunyahan yang keras seringkali menjadi pemicu kejengkelan bagi sebagian orang. Ini bukan hanya sekadar "mudah terganggu," melainkan dapat menjadi tanda sebuah kondisi yang dikenal sebagai misofonia. Misofonia adalah reaksi emosional kuat terhadap suara pemicu tertentu.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang sangat terganggu oleh suara mengunyah memiliki beberapa karakteristik unik. Melansir dari Geediting.com Jumat (18/7), psikologi menyebutkan ada enam sifat khas ini. Mengenali ciri-ciri ini penting untuk memahami respons diri Anda.

Berikut adalah enam sifat khas yang mungkin Anda miliki jika suara kunyahan membuat Anda kesal:

  1. Radar Sensorik yang Sangat Halus

Otak Anda mampu mendaftarkan rangsangan halus yang mungkin terlewatkan oleh orang lain. Penelitian menunjukkan adanya penurunan "gerbang sensorik." Ini adalah filter neurologis yang biasanya membungkam masukan tidak relevan.

  • Reaktivitas Emosional yang Tinggi

  • Suara kunyahan tidak sekadar mengganggu Anda. Ini dapat memicu kemarahan, rasa jijik, atau bahkan kepanikan dalam hitungan milidetik. Sistem saraf Anda mungkin telah dipersiapkan untuk lonjakan emosional yang kuat.

  • Perhatian Selektif yang Tajam

  • Anda memiliki kemampuan luar biasa untuk menyaring dan fokus pada detail tertentu. Suara mengunyah yang seharusnya tidak relevan bisa langsung menembus kesadaran Anda. Perhatian selektif Anda sangat kuat pada pemicu suara ini.

    Banyak penderita misofonia merasakan suara orang lain "menyerbu" kepala mereka. Mereka mengembangkan kesadaran tajam terhadap ruang pribadi dan batasan diri. Ini berlaku untuk diri sendiri dan juga orang lain.

  • Empati Mendalam dan Penyesuaian Sosial

  • Meskipun terdengar tidak masuk akal bahwa seseorang yang marah oleh suara kunyahan bisa sangat empati, survei menunjukkan empati afektif tinggi pada kelompok misofonia. Ini terutama berlaku untuk subtipe yang terkait dengan suara interpersonal seperti napas atau decakan bibir.

  • Loop Kewaspadaan Kecemasan yang Meningkat

  • Misofonia memiliki korelasi signifikan dengan kecemasan umum dan PTSD. Peneliti menduga adanya koneksi biologis yang sama. Ini melibatkan sistem kewaspadaan yang tinggi untuk memindai potensi ancaman, termasuk suara ringan sekalipun.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore