
Ilustrasi jenis empati dalam diri seseorang (wayhomestudio/freepik.com)
JawaPos.com - Empati bukanlah sikap yang selalu terlihat dengan cara yang sama. Ia dapat hadir dalam berbagai bentuk, tergantung pada konteks dan kebutuhan emosional seseorang. Dalam beberapa situasi, empati muncul melalui pelukan hangat atau sekadar kehadiran yang menenangkan.
Di lain waktu, empati bisa berupa mendengarkan tanpa menyela, memahami tanpa menghakimi, atau memberikan kata-kata penguat saat seseorang sedang rapuh. Menyesuaikan bentuk empati dengan keadaan menunjukkan kedewasaan emosional dan kepedulian yang tulus. Terkadang yang dibutuhkan bukanlah solusi, tetapi sekadar seseorang yang bersedia hadir dan memahami.
Inilah kekuatan empati ia membangun kedekatan, menciptakan rasa aman, dan memperkuat hubungan antarindividu dalam cara yang paling manusiawi. Dirangkum dari Very Well Mind, berikut ini beberapa jenis empati dalam diri seseorang yang perlu diketahui supaya lebih mampu memahami diri sendiri.
1. Empati afeksi
Empati afektif adalah bentuk kepedulian emosional yang melibatkan kemampuan merasakan dan memahami apa yang dirasakan orang lain, kemudian meresponsnya secara tepat dan penuh perasaan. Ini bukan sekadar mengetahui bahwa seseorang sedang sedih atau cemas, tapi benar-benar ikut merasakan emosi tersebut dalam diri kita.
Ketika empati afektif hadir, seseorang mampu merasa sangat peduli terhadap kesejahteraan orang lain hingga terkadang menimbulkan perasaan tidak nyaman atau stres secara pribadi. Namun di sisi lain, empati ini juga menjadi fondasi penting dalam hubungan sosial yang sehat, karena memungkinkan kita terhubung secara lebih mendalam dan menunjukkan perhatian yang tulus, bukan sekadar formalitas.
Kemampuan dalam merespons emosi orang lain dengan peka dan bijak menjadikan empati afektif sebagai salah satu aspek penting guna membangun interaksi yang lebih manusiawi, penuh pengertian, dan saling mendukung.
2. Empati somatik
Empati somatik merupakan bentuk empati yang tercermin melalui respons fisik terhadap emosi atau pengalaman orang lain. Bukan hanya sekadar memahami perasaan mereka secara mental atau emosional, namun tubuh kita juga ikut merasakan apa yang sedang dialami oleh orang lain.
Contohnya, ketika kamu melihat seseorang berada dalam situasi memalukan, maka dirimu mungkin ikut merasa tidak nyaman bahkan sampai tersipu, berkeringat, atau merasa mual. Ini menjadi reaksi spontan tubuh yang mencerminkan tingkat empati yang sangat dalam dan intuitif.
Empati somatik memperlihatkan bahwa koneksi antarmanusia mampu begitu kuat hingga menembus batas emosi dan masuk ke reaksi fisik. Kesadaran akan jenis empati ini dapat membantu kita memahami diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik, serta menjadi lebih bijaksana dalam berinteraksi di berbagai situasi sosial.
3. Empati kognitif
Empati kognitif adalah kemampuan memahami apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan orang lain dari sudut pandang mereka. Ini lebih dari sekadar merasakan emosi, empati jenis ini melibatkan upaya sadar untuk membaca pikiran, niat, dan motivasi seseorang dalam merespons sebuah situasi.
Dalam psikologi, konsep ini sering dikenal sebagai teori pikiran kemampuan guna menempatkan diri kita dalam posisi orang lain dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. Dengan empati kognitif, kita dapat menafsirkan alasan di balik tindakan atau reaksi seseorang, bahkan ketika mereka tidak secara langsung mengungkapkannya.
Kemampuan ini sangat penting dalam membangun komunikasi yang efektif dan hubungan yang sehat, karena membantu kita merespons dengan lebih tepat dan penuh pengertian. Empati kognitif memungkinkan kita untuk menjembatani perbedaan persepsi dan menciptakan ruang bagi dialog yang lebih terbuka dan harmonis.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
