
seseorang yang belajar meningkatkan keterampilan sosial. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pertemanan, keterampilan sosial berperan sebagai jembatan yang menghubungkan satu individu dengan yang lain.
Bukan sekadar kemampuan berbicara atau bersikap sopan, keterampilan sosial mencakup pemahaman emosi orang lain, pengelolaan ekspresi diri, dan kemampuan menyesuaikan diri dalam berbagai situasi.
Namun, tidak semua orang menyadari kapan keterampilan sosial mereka kurang berkembang. Lebih mengejutkan lagi, tanda-tandanya sering kali terlihat dari perilaku kecil yang dilakukan secara tidak sadar.
Dilansir dari laman Geediting, artikel ini akan membahas 8 kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, namun dapat menjadi indikator bahwa seseorang perlu meningkatkan kecakapannya dalam bersosialisasi.
Disertai panduan psikologis dan solusi praktis, artikel ini akan membantu Anda atau orang terdekat Anda menjadi versi sosial yang lebih baik.
1. Menghindari Kontak Mata: Bukan Sekadar Gugup
Kontak mata adalah elemen fundamental dalam komunikasi nonverbal. Ia menyampaikan kepercayaan diri, ketertarikan, dan rasa hormat. Ketika seseorang tidak bisa mempertahankan kontak mata, itu bisa ditafsirkan sebagai ketidaknyamanan, ketidaktertarikan, atau bahkan ketidakjujuran.
Dalam budaya tertentu, seperti budaya Timur, terlalu banyak kontak mata bisa dianggap agresif. Tapi dalam konteks umum komunikasi modern, ketidakmampuan menjaga kontak mata sering dikaitkan dengan keterampilan sosial yang lemah.
Solusi:
Latih diri Anda dengan teknik “rule of 50/70” — jaga kontak mata selama sekitar 50% dari waktu saat Anda berbicara, dan 70% saat Anda mendengarkan. Ini menciptakan keseimbangan dan membuat lawan bicara merasa dihargai.
2. Menyela Pembicaraan: Tanda Ego atau Kurangnya Kesabaran
Menyela adalah bentuk komunikasi yang sangat mengganggu. Bahkan jika niatnya tidak buruk, menyela menunjukkan bahwa seseorang lebih tertarik dengan apa yang ingin dia katakan daripada mendengarkan.
Menurut psikolog sosial, menyela secara terus-menerus menandakan bahwa seseorang mungkin kesulitan menahan impuls atau kurang empati terhadap perasaan orang lain.
Solusi:
Gunakan teknik "active listening". Tahan dorongan untuk langsung merespons, dan ulangi poin penting yang disampaikan lawan bicara sebelum memberikan tanggapan. Ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan, bukan sekadar menunggu giliran berbicara.
3. Berbicara Terlalu Banyak Tentang Diri Sendiri: Percakapan Bukan Monolog
Kita semua pernah bertemu orang yang selalu mengarahkan pembicaraan kembali ke dirinya sendiri. Mereka menceritakan pengalaman, opini, dan prestasi secara berulang, tanpa banyak ruang untuk orang lain berbagi.
Menurut penelitian dari Harvard, berbicara tentang diri sendiri memang memicu respons positif di otak, serupa dengan saat kita makan makanan favorit. Namun, jika dilakukan berlebihan, ini bisa membuat orang lain merasa tidak penting.
Solusi:
Gunakan teknik “tiga pertanyaan sebelum bicara”. Setelah Anda berbicara, ajukan tiga pertanyaan kepada lawan bicara. Ini memaksa Anda untuk memberi ruang dan menunjukkan minat pada perspektif orang lain.
4. Melanggar Batasan Fisik: Kontak yang Tidak Disadari Bisa Menimbulkan Ketidaknyamanan
Tidak semua orang merasa nyaman dengan pelukan, tepukan di punggung, atau bahkan jabat tangan yang terlalu kuat. Ketidaksensitifan terhadap zona nyaman fisik seseorang dapat dengan cepat merusak hubungan sosial.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
