Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 16.36 WIB

Orang yang Sering Menyembunyikan Diri di Media Sosial Tapi Tidak Pernah Posting Biasanya Menunjukkan 7 Pola Psikologis Ini, Menurut Ahli

Orang yang Sering Menyembunyikan Diri di Media Sosial Tapi Tidak Pernah Posting Biasanya Menunjukkan 7 Pola Psikologis Ini - Image

Orang yang Sering Menyembunyikan Diri di Media Sosial Tapi Tidak Pernah Posting Biasanya Menunjukkan 7 Pola Psikologis Ini

JawaPos.com - Dalam era digital yang sangat terbuka, media sosial menjadi panggung ekspresi diri.

Namun, tidak semua orang tertarik menjadi pemeran utama. Ada sekelompok besar pengguna yang lebih memilih berada di balik layar: mereka membaca, menonton, bahkan menyimak setiap update orang lain, tapi tak pernah menunjukkan eksistensinya.

Fenomena ini kerap disebut sebagai "pengintai" atau "pengamat senyap". Mereka tidak meninggalkan komentar, tidak memberikan likes, dan sangat jarang, bahkan tidak pernah, memposting. Meski tampak pasif, ternyata perilaku mereka mencerminkan dinamika psikologis yang menarik untuk dikupas.

Dilansir dari laman Geediting, berikut adalah tujuh perilaku umum yang biasanya ditunjukkan oleh mereka yang aktif memantau media sosial tetapi memilih tidak tampil.

1. Mereka Mengamati Lebih Banyak Daripada yang Kita Sadari

Salah satu perilaku paling menonjol dari pengamat senyap adalah kemampuan mereka untuk menyerap informasi dalam diam.

Mereka mungkin mengetahui update terbaru dari teman SMA, memahami dinamika keluarga selebriti, atau hafal urutan video viral, namun tidak pernah terlihat aktif.

Menurut teori pembelajaran observasional dari Albert Bandura, banyak orang memperoleh pemahaman dan pengetahuan bukan dari pengalaman langsung, melainkan dari mengamati perilaku dan konsekuensi yang dialami orang lain.

Pengamat senyap menerapkan ini secara digital: mereka belajar dari postingan orang lain tanpa harus berkontribusi.

2. Mereka Mendalami Tanpa Harus Berpartisipasi

Pengamat senyap memiliki kapasitas refleksi yang tinggi. Mereka seringkali menyerap opini dan perasaan orang lain, merenungkannya secara mendalam, namun memilih tidak merespons di ruang publik.

Carl Rogers, seorang psikolog humanis, menekankan pentingnya mendengarkan tanpa menghakimi.

Ini adalah kekuatan yang dimiliki pengamat senyap: mereka bisa merasakan dan memahami narasi orang lain tanpa merasa perlu ikut menambahkan.

Hal ini bukan pertanda ketidakpedulian, melainkan ekspresi empati yang tidak verbal. Mereka hadir, namun tidak mencolok.

3. Mereka Ingin Terkoneksi Tapi Menjaga Batasan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore