
Ilustrasi tidur berlebihan menurut psikologis. (Freepik)
JawaPos.com - Tidur adalah salah satu kebutuhan biologis paling dasar yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.
Idealnya, tidur membantu tubuh untuk memulihkan energi, memperbaiki sel, dan mengatur ulang sistem saraf setelah seharian beraktivitas. Namun, apa jadinya jika seseorang justru terlalu sering atau terlalu lama tidur?
Banyak orang mungkin menganggap tidur berlebihan hanyalah tanda kelelahan fisik atau sekadar kebiasaan buruk.
Namun, dari perspektif psikologis, kebiasaan tidur berlebihan bisa menjadi indikasi dari kondisi emosional atau mental tertentu, mulai dari stres ringan hingga gangguan psikologis serius seperti depresi atau gangguan kecemasan.
Beberapa orang tidur bukan karena lelah, tapi karena ingin lari dari kenyataan atau menghindari tekanan yang sulit mereka hadapi.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa pola tidur yang tidak wajar sering kali menyimpan pesan tersembunyi tentang kondisi batin seseorang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai fakta psikologis di balik kebiasaan tidur berlebihan, agar dapat membantu mengenali dan memahami sinyal-sinyal tubuh yang mungkin sedang meminta perhatian lebih.
1. Depresi - Tidur sebagai Coping Mechanism
Melansir laman Klikdokter, depresi kerap disertai dengan perubahan pola tidur yang signifikan. Pada beberapa orang, kondisi ini menyebabkan mereka tidur jauh lebih lama dari biasanya.
Tidur berlebihan menjadi semacam mekanisme pertahanan diri, di mana individu secara tidak sadar menggunakan waktu tidur untuk menghindari perasaan sedih, putus asa, atau kekosongan emosional yang mereka alami.
Dalam banyak kasus, tidur juga dijadikan pelarian dari realitas yang terasa berat atau menyakitkan, karena saat tertidur, mereka bisa lepas sejenak dari tekanan batin yang terus menghantui.
2. Gangguan Tidur - Hipersomnia sebagai Gejala
Melansir laman Alodokter, hipersomnia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, serta dorongan kuat untuk tidur lebih lama dari waktu tidur normal pada malam hari.
Individu dengan hipersomnia sering kali merasa kurang segar meskipun sudah tidur cukup, dan dapat tertidur secara tidak sengaja di berbagai situasi, termasuk saat bekerja atau beraktivitas.
Kondisi ini juga dapat menjadi indikator dari gangguan tidur lain, seperti narkolepsi, yang secara serius dapat mengganggu fungsi harian dan kualitas hidup penderitanya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
