
Ilustrasi seseorang yang merasa selalu sibuk. (Freepik).
JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara sekadar sibuk dan benar-benar produktif. Seseorang bisa merasa dikejar waktu sepanjang hari, tetapi tetap merasa tidak ada hal berarti yang berhasil dicapai.
Jika itu yang sedang dirasakan, mungkin saatnya berhenti sejenak dan mengevaluasi kembali pola kerja yang selama ini dijalani. Bisa jadi, kebiasaan yang terlihat produktif justru membuat waktu dan energi terbuang sia-sia.
Menjadi sibuk memang kerap memberi kesan sedang bekerja keras. Padahal, tak jarang itu hanya berarti sedang terjebak dalam rutinitas yang kurang efektif.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (31/5), berikut delapan kebiasaan kerja yang bisa membuat seseorang merasa terus sibuk, tetapi tak kunjung maju. Mengubahnya bisa menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih nyata.
1. Terlalu Sering Multitasking
Di era kerja modern, multitasking sering dianggap sebagai kemampuan unggulan. Mengerjakan beberapa tugas sekaligus bahkan kerap dijadikan ukuran produktivitas.
Namun kenyataannya, otak manusia tidak dirancang untuk fokus pada banyak hal dalam satu waktu. Pergantian fokus secara terus-menerus justru membuat pekerjaan menjadi kurang optimal.
Studi menunjukkan bahwa multitasking bisa menurunkan produktivitas hingga 40 persen serta meningkatkan tingkat stres. Hal ini juga berisiko menyebabkan kesalahan kerja dan hasil yang tidak maksimal.
2. Tidak Mampu Menentukan Prioritas
Tugas yang menumpuk tanpa urutan yang jelas hanya akan membuat seseorang kehabisan energi lebih cepat. Banyak orang sibuk mengerjakan banyak hal, tetapi tidak menyentuh hal yang benar-benar penting.
Memperlakukan semua tugas seolah sama pentingnya akan menyulitkan dalam menentukan arah dan fokus. Akibatnya, proyek besar pun tak kunjung selesai. Menentukan prioritas membantu menyaring tugas mana yang paling berdampak. Dengan begitu, waktu dan energi bisa digunakan secara lebih bijak.
3. Mengabaikan Waktu Istirahat
Banyak yang masih percaya bahwa bekerja tanpa henti adalah tanda dedikasi. Padahal, otak hanya mampu fokus maksimal dalam rentang waktu tertentu sebelum produktivitas mulai menurun.
Siklus alami tubuh, atau ultradian rhythm, menunjukkan bahwa setelah sekitar 90 menit bekerja fokus, otak membutuhkan jeda untuk kembali segar. Menyisipkan waktu istirahat singkat secara teratur justru bisa meningkatkan kualitas kerja, memperkuat konsentrasi, dan mendorong kreativitas.
4. Menetapkan Target yang Terlalu Ambisius

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
