Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 12.20 WIB

6 Hambatan yang Muncul saat Ingin Menjadi Percaya Diri, Salah Satunya Harapan Berlebihan

Ilustrasi hambatan yang muncul saat ingin menjadi percaya diri. (jcomp/freepik.com) - Image

Ilustrasi hambatan yang muncul saat ingin menjadi percaya diri. (jcomp/freepik.com)

JawaPos.com - Rasa percaya diri yang rendah sering kali tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhinya baik dari pengalaman masa lalu, tekanan sosial, lingkungan kerja yang tidak mendukung, hingga kritik yang terus-menerus diterima sejak kecil. Semua itu dapat secara perlahan membentuk pola pikir negatif yang menghambat seseorang untuk merasa yakin pada kemampuan dirinya sendiri.

Tak jarang, kurangnya kepercayaan diri juga dipicu oleh perbandingan sosial merasa tidak cukup baik karena membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Padahal, setiap orang punya jalannya masing-masing. Dirangkum dari Help Guide, berikut ini berbagai hambatan yang muncul saat ingin menjadi percaya diri dalam diri seseorang, salah satunya harapan berlebihan.

1. Harapan berlebihan

Ketika kamu terlalu takut gagal, maka akan cenderung enggan mengambil risiko. Padahal, dalam setiap risiko sering tersembunyi peluang besar untuk tumbuh dan belajar. Rasa takut akan ketidaksempurnaan dapat membuatmu erjebak dalam zona nyaman dan melewatkan kesempatan-kesempatan berharga yang sebenarnya bisa membawamu ke level berikutnya.

Mengenali dorongan perfeksionis ini bukan berarti dirimu harus menghilangkannya sepenuhnya, tetapi belajar untuk menyeimbangkannya dengan sikap lebih terbuka terhadap proses, pembelajaran, dan ketidaksempurnaan yang justru membuat kita berkembang.

2. Penilaian diri yang terlalu keras

Pernah merasa pikiranmu terus mengkritik diri sendiri, terutama saat gagal atau menghadapi masalah? Itu bisa jadi tanda kamu sedang mengalami distorsi kognitif pola pikir negatif yang memengaruhi cara pandang terhadap diri sendiri dan situasi sekitar secara tidak realistis.

Distorsi ini sering muncul dalam bentuk self-talk yang keras, seperti menyalahkan diri secara berlebihan saat ada yang tidak berjalan sesuai harapan. Meski terasa nyata, pikiran-pikiran tersebut umumnya tidak mencerminkan kenyataan.

Hal yang membuatnya sulit diatasi adalah sebab distorsi kognitif muncul secara otomatis, terbentuk dari pengalaman masa lalu atau tekanan sosial. Akan tetapi, pola ini bisa diubah. Dengan kesadaran, dukungan, dan latihan mental yang tepat, kita bisa membentuk cara berpikir yang lebih sehat dan penuh empati terhadap diri sendiri.

3. Terpaku pada ketakutan

Tanpa kita sadari, rasa takut dapat secara perlahan membatasi ruang gerak dan pilihan hidup kita. Ketika pikiran terlalu fokus pada ketakutan baik yang nyata maupun yang hanya berupa kekhawatiran itu dapat mempengaruhi cara kita bertindak dan membuat keputusan sehari-hari.

Dalam banyak kasus, ketakutan ini tidak muncul begitu saja, melainkan berasal dari pengalaman masa lalu yang meninggalkan bekas emosional mendalam, atau yang disebut sebagai trauma. Trauma masa lalu mampu muncul dalam berbagai bentuk, dan pengaruhnya bisa menetap lama setelah peristiwa itu berlalu.

Misalnya, seseorang yang pernah mengalami kegagalan dalam hubungan seperti putus cinta yang menyakitkan mungkin mulai menghindari untuk membuka hati kembali. Bukan karena mereka tidak ingin menjalin hubungan, tetapi akibat ketakutan akan terluka lagi menjadi terlalu dominan. Mereka mungkin mulai meyakinkan diri bahwa menjauh dari hubungan romantis adalah cara terbaik melindungi diri.

4. Kurangnya pengalaman dan keterampilan

Rasa percaya diri tak selalu hadir sejak awal, apalagi jika kita belum mempunyai cukup pengalaman atau keterampilan di suatu bidang. Kurangnya kepercayaan diri bukan berarti kita tidak mampu, melainkan sebab kita belum cukup memberi ruang bagi diri sendiri untuk belajar dan berkembang.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore