
Ilustrasi seseorang yang suka corat-coret saat rapat. (Freepik)
JawaPos.com - Di tengah rapat panjang yang padat agenda, sebagian orang memilih mencoret-coret kertas kosong di hadapannya. Kebiasaan ini sering kali disalahartikan sebagai tanda tidak memperhatikan jalannya diskusi.
Namun, pandangan tersebut ternyata keliru. Dalam dunia psikologi, mencoret-coret atau doodling justru bisa menunjukkan cara kerja otak yang unik dan beberapa ciri khas kepribadian.
Tidak sedikit orang yang merasa lebih fokus dan lebih mudah memahami isi pembicaraan setelah mencoret-coret selama rapat berlangsung. Bahkan, banyak dari mereka mampu mengingat detail lebih akurat.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (30/5), berikut ini tujuh ciri kepribadian yang sering ditemui pada orang-orang yang memiliki kebiasaan mencoret-coret saat rapat, berdasarkan pengamatan para ahli psikologi.
1. Memproses Informasi secara Visual
Salah satu alasan umum mengapa seseorang mencoret saat rapat adalah karena lebih mudah memahami informasi dalam bentuk visual. Bagi tipe ini, mendengar saja tidak cukup untuk mencerna informasi secara utuh.
Alih-alih mencatat dalam bentuk tulisan linear, mereka memilih menggambar simbol, pola, atau bahkan bentuk abstrak yang mewakili materi diskusi. Cara ini membentuk jembatan antara suara yang didengar dan pemahaman kognitif.
Coretan-coretan tersebut sering kali menjadi pemicu ingatan. Ketika dilihat kembali, setiap garis atau bentuk mampu mengingatkan kembali pada topik pembicaraan.
2. Menjaga Fokus Saat Merasa Bosan
Tidak semua bagian dalam rapat relevan dengan seluruh peserta. Saat merasa bosan, sebagian orang memilih mengalihkan perhatian ke hal lain. Berbeda dengan yang melamun, orang yang mencoret-coret tetap menjaga keterlibatan mereka dengan rapat melalui aktivitas kecil ini.
Coretan menjadi bentuk keterlibatan mikro yang menjaga otak tetap aktif. Aktivitas ini cukup ringan untuk tidak mengganggu jalannya diskusi, tetapi cukup efektif mencegah pikiran benar-benar melayang.
3. Memiliki Kebiasaan Menjaga Tangan Tetap Aktif
Beberapa orang merasa tidak nyaman jika harus duduk diam dalam waktu lama. Tangan yang aktif menjadi cara untuk mengatasi rasa gelisah. Dengan mencoret-coret, gerakan tangan menjadi pelampiasan yang tidak mengganggu suasana.
Aktivitas ini menciptakan rasa tenang dan menjaga ritme tubuh tetap seimbang. Dalam situasi menegangkan sekalipun, mencoret dapat menjadi katup pelepas tekanan yang membuat pikiran tetap stabil dan tidak meledak secara emosional.
4. Memiliki Cara Berpikir yang Kreatif dan Solutif

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
