Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 00.34 WIB

Orang yang Suka Coret-Coret Saat Rapat Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang suka corat-coret saat rapat. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang suka corat-coret saat rapat. (Freepik)

JawaPos.com - Di tengah rapat panjang yang padat agenda, sebagian orang memilih mencoret-coret kertas kosong di hadapannya. Kebiasaan ini sering kali disalahartikan sebagai tanda tidak memperhatikan jalannya diskusi.

Namun, pandangan tersebut ternyata keliru. Dalam dunia psikologi, mencoret-coret atau doodling justru bisa menunjukkan cara kerja otak yang unik dan beberapa ciri khas kepribadian.

Tidak sedikit orang yang merasa lebih fokus dan lebih mudah memahami isi pembicaraan setelah mencoret-coret selama rapat berlangsung. Bahkan, banyak dari mereka mampu mengingat detail lebih akurat.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (30/5), berikut ini tujuh ciri kepribadian yang sering ditemui pada orang-orang yang memiliki kebiasaan mencoret-coret saat rapat, berdasarkan pengamatan para ahli psikologi.

1. Memproses Informasi secara Visual

Salah satu alasan umum mengapa seseorang mencoret saat rapat adalah karena lebih mudah memahami informasi dalam bentuk visual. Bagi tipe ini, mendengar saja tidak cukup untuk mencerna informasi secara utuh.

Alih-alih mencatat dalam bentuk tulisan linear, mereka memilih menggambar simbol, pola, atau bahkan bentuk abstrak yang mewakili materi diskusi. Cara ini membentuk jembatan antara suara yang didengar dan pemahaman kognitif.

Coretan-coretan tersebut sering kali menjadi pemicu ingatan. Ketika dilihat kembali, setiap garis atau bentuk mampu mengingatkan kembali pada topik pembicaraan.

2. Menjaga Fokus Saat Merasa Bosan

Tidak semua bagian dalam rapat relevan dengan seluruh peserta. Saat merasa bosan, sebagian orang memilih mengalihkan perhatian ke hal lain. Berbeda dengan yang melamun, orang yang mencoret-coret tetap menjaga keterlibatan mereka dengan rapat melalui aktivitas kecil ini.

Coretan menjadi bentuk keterlibatan mikro yang menjaga otak tetap aktif. Aktivitas ini cukup ringan untuk tidak mengganggu jalannya diskusi, tetapi cukup efektif mencegah pikiran benar-benar melayang.

3. Memiliki Kebiasaan Menjaga Tangan Tetap Aktif

Beberapa orang merasa tidak nyaman jika harus duduk diam dalam waktu lama. Tangan yang aktif menjadi cara untuk mengatasi rasa gelisah. Dengan mencoret-coret, gerakan tangan menjadi pelampiasan yang tidak mengganggu suasana.

Aktivitas ini menciptakan rasa tenang dan menjaga ritme tubuh tetap seimbang. Dalam situasi menegangkan sekalipun, mencoret dapat menjadi katup pelepas tekanan yang membuat pikiran tetap stabil dan tidak meledak secara emosional.

4. Memiliki Cara Berpikir yang Kreatif dan Solutif

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore