Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 02.33 WIB

8 Ciri Kepribadian Ambivert: Perpaduan Antara Sisi Introvert dan Ekstrovert yang Ada di Dalam Diri Seseorang

Ilustrasi kepribadian ambivert: antara introvert dan ekstrovert (freepik/tirachardz) - Image

Ilustrasi kepribadian ambivert: antara introvert dan ekstrovert (freepik/tirachardz)

JawaPos.com - Menjadi seorang introvert yang ekstrovert mungkin tampak seperti sebuah kontradiksi. Mereka bukanlah orang yang suka berpesta, tetapi mereka juga bukan orang yang pendiam.

Saat itulah Anda menyadari ada istilah lain bernama 'Ambivert' (orang-orang yang memiliki sifat introvert dan ekstrovert.)

Tentu, ini merupakan perpaduan yang unik. Mereka dapat menikmati keramaian acara sosial, tetapi juga mendambakan kesendirian bersama dirinya sendiri.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman geediting.com, Senin (26/5), delapan sifat ambivert—perpaduan antara introvert dan ekstrovert—yang perlu kamu ketahui.

1. Mereka suka bersosialisasi, sampai pada titik tertentu

Ambivert berkembang dalam situasi sosial. Bertemu teman, menghadiri pesta, itu semua bagian dari pesona mereka. Namun, tidak seperti ekstrovert, energi sosial mereka tidak bertahan selamanya.

Setelah beberapa saat, mereka perlu beristirahat dan mengisi ulang energi dalam kesendirian. Ini adalah keseimbangan yang rumit.

Mereka seperti social butterfly yang terkadang perlu kembali ke kepompong mereka. Kemampuan untuk beralih antara menjadi orang yang terbuka dan introspektif inilah yang membuat mereka unik.

2. Mereka seperti bunglon yang mudah beradaptasi

Salah satu keuntungan menjadi seorang ambivert adalah kemampuan beradaptasi. Mereka dapat menyesuaikan diri dengan nyaman dalam berbagai lingkungan sosial, berkat sisi ekstrovert dan introvert mereka.

Seorang ambivert dapat dengan mudah beralih antara menjadi pusat perhatian dan penyendiri tergantung pada situasinya. Ini adalah bagian dari kekuatan super ambivert mereka.

3. Mereka menikmati percakapan yang mendalam

Seperti halnya kaum introvert, kaum ambivert sering kali menganggap obrolan ringan itu membosankan. Mereka lebih suka menyelami diskusi yang bermakna dan menggugah pikiran.

Tahukah Anda bahwa preferensi ini didukung oleh sains? Penelitian menunjukkan bahwa terlibat dalam percakapan yang mendalam dan substantif dikaitkan dengan peningkatan kebahagiaan dan kesejahteraan.

4. Mereka butuh waktu sendiri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore