Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 22.59 WIB

9 Ucapan Khas Orang Kaya Baru saat Masuk Butik Mewah, Mulai dari 'Ada Diskon Nggak?'

Ilustrasi seseorang sedang melihat-lihat barang di dalam butik mewah yang eksklusif. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang sedang melihat-lihat barang di dalam butik mewah yang eksklusif. (Freepik)

JawaPos.com - Memasuki sebuah butik mewah memang sering kali memberikan pengalaman belanja yang sangat berbeda dari toko biasa. Segalanya terasa lebih eksklusif, mulai dari suasana hening, desain interior yang megah, hingga cara pelayanan personal yang diberikan oleh para staf terlatih.

Namun, bagi sebagian orang kaya baru, ada beberapa ungkapan tertentu yang tanpa sadar mereka ucapkan saat berada di sana. Ucapan-ucapan ini dapat dengan cepat menunjukkan bahwa mereka adalah pendatang baru atau belum terbiasa dengan etiket dunia belanja barang-barang mewah. Melansir Geediting.com pada Minggu (25/05), berikut sembilan hal yang sering diucapkan.

1. "Ada diskon nggak?"

Pertanyaan mengenai diskon atau potensi potongan harga adalah satu di antara hal pertama yang sering keluar dari mulut mereka. Di toko mewah, harga sudah ditetapkan dengan pasti dan jarang sekali ada tawar-menawar seperti yang biasa dilakukan di pasar tradisional.

2. "Berapa harganya?"

Mereka cenderung langsung menanyakan harga produk dengan sangat lugas dan tanpa basa-basi begitu melihat sebuah barang. Umumnya, pengunjung toko mewah yang berpengalaman akan lebih dulu mengagumi detail serta kualitas produk sebelum membahas aspek finansialnya secara langsung.

3. "Ini asli kan?"

Keraguan mendasar terhadap keaslian barang sering kali terucap karena mereka mungkin belum terbiasa atau kurang percaya pada reputasi butik tersebut. Toko-toko mewah menjamin penuh keaslian setiap produknya, sehingga pertanyaan ini terasa tidak relevan bagi pelanggan setia.

4. "Ini yang paling murah?"

Pencarian terhadap barang dengan harga termurah menunjukkan bahwa fokus utama mereka adalah pada nilai ekonomi, bukan pada nilai artistik atau pengalaman kemewahan. Di lingkungan butik mewah, prioritas utama pembeli umumnya bukan harga paling rendah yang tersedia untuk sebuah produk.

5. "Wow, mahal banget ya?"

Komentar spontan tentang harga yang terlampau tinggi sering terlontar saat melihat label harga sebuah item. Bagi pembeli biasa, harga tersebut mungkin terasa mengejutkan, namun bagi pelanggan setia itu adalah standar normal dari kualitas dan eksklusivitas.

6. "Saya bisa beli kok!"

Ungkapan mengenai kemampuan membeli barang mewah terasa seperti upaya validasi diri atau keinginan untuk memamerkan kekayaan kepada staf toko. Pembeli berpengalaman biasanya tidak perlu menyatakan kemampuan finansial mereka secara langsung atau berlebihan kepada siapa pun.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore