
lustrasi seseorang yang merasa sendirian, menggambarkan perasaan tidak terjangkau dalam suatu hubungan. (Freepik)
JawaPos.com - Mungkin Anda atau orang di sekitar pernah merasa terjebak dalam pola hubungan yang terus-menerus mengejar sosok pasangan yang sulit digapai atau tidak benar-benar tersedia secara emosional. Rasanya seperti sebuah tantangan yang tidak ada habisnya, menciptakan siklus harapan dan kekecewaan berulang kali.
Menurut psikologi, kecenderungan ini sering kali berakar dari pengalaman masa kecil seseorang. Perilaku tersebut bukanlah kebetulan semata, melainkan merupakan respons tidak sadar terhadap dinamika hubungan awal yang dialami.
Melansir Geediting.com pada Sabtu (24/05), berikut adalah tujuh pengalaman masa kecil yang dapat membentuk pola mengejar pasangan tidak terjangkau.
1. Kurangnya Validasi Emosional
Pengalaman ini terjadi saat seorang anak tidak merasa didengar, dipahami, atau dihargai secara emosional oleh orang tuanya. Anak-anak yang tumbuh tanpa validasi cukup mungkin mencari pengakuan dan penerimaan dari orang lain saat dewasa, termasuk dalam hubungan.
2. Dinamika Orang Tua-Anak yang Tidak Terduga
Satu momen orang tua bisa sangat penuh kasih sayang, namun di saat lain mereka menjadi jauh atau terlalu kritis. Lingkungan tidak terduga seperti ini membuat anak kesulitan menyampaikan perasaan, kebutuhan, atau ketakutan mereka secara efektif dan sehat.
3. Paparan Awal Hubungan Disfungsional
Masa kanak-kanak yang menyaksikan hubungan tidak berfungsi atau tidak seimbang dapat meninggalkan dampak jangka panjang pada kehidupan romantis. Melihat dinamika disfungsional bisa membuat seseorang tanpa sadar mengulangi pola serupa dalam hubungan romantis mereka sendiri di kemudian hari.
4. Ketakutan Terhadap Keintiman
Orang-orang yang memiliki ketakutan akan keintiman sangat mungkin mengejar pasangan yang tidak tersedia. Jika kerentanan emosional seorang anak dulu dibalas dengan penolakan atau ketidakpedulian, mereka akan belajar mengaitkan keintiman dengan rasa sakit, sehingga cenderung menghindarinya.
5. Rendahnya Harga Diri
Apabila seseorang tidak menghargai dirinya sendiri, kemungkinan besar mereka akan menerima apa adanya dalam hubungan romantis. Individu dengan harga diri rendah mungkin merasa lebih nyaman dengan pasangan tidak terjangkau karena hubungan semacam itu menguatkan persepsi negatif mereka terhadap diri sendiri.
6. Ilusi Kendali yang Menyesatkan
Sering kali, individu yang mengejar pasangan tidak tersedia percaya bahwa mereka memiliki kendali penuh atas situasi yang terjadi. Padahal dalam sebuah hubungan, kita tidak dapat mengontrol bagaimana orang lain merasa atau berperilaku, meskipun kita sangat menginginkannya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
