Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 14.59 WIB

Orang yang Membeli Buku sebagai Pajangan karena Tidak Pernah Dibaca, Biasanya Memiliki 8 Ciri Kepribadian Unik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membeli buku sebagai pajangan./Freepik. - Image

seseorang yang membeli buku sebagai pajangan./Freepik.

JawaPos.com - Dalam dunia yang semakin visual dan penuh pencitraan, tidak jarang kita menemukan individu yang membeli buku bukan untuk dibaca, melainkan hanya untuk dijadikan pajangan di rak.

Rak buku penuh judul terkenal, warna sampul yang senada, atau bahkan koleksi edisi terbatas yang masih terbungkus plastik rapi sering kali menjadi bagian dari dekorasi rumah atau kantor.

Meskipun terdengar aneh bagi sebagian orang, fenomena ini ternyata memiliki akar psikologis yang menarik.

Menurut psikologi, kebiasaan membeli buku hanya untuk dipajang mencerminkan lebih dari sekadar gaya hidup—ia dapat mengungkap delapan ciri kepribadian unik yang dimiliki oleh individu tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (23/5), terdapat delapan karakteristik yang sering kali melekat pada mereka yang menjadikan buku sebagai ornamen visual, bukan sumber bacaan.

1. Sangat Peduli pada Citra Diri dan Persepsi Sosial

Orang yang membeli buku sebagai pajangan sering kali memiliki kepribadian yang sangat peduli pada bagaimana mereka dilihat oleh orang lain.

Buku-buku yang dipajang bisa mencerminkan selera intelektual, nilai budaya, atau afiliasi ideologis yang ingin mereka tampilkan, meskipun tidak selalu sesuai dengan kenyataan batin mereka.

Psikologi menyebut ini sebagai self-enhancement, yaitu dorongan untuk memperindah citra diri di mata publik.

2. Cenderung Perfeksionis dalam Hal Estetika

Rak buku yang tertata rapi, penuh warna senada, dan didominasi judul-judul yang sedang tren bisa mencerminkan kepribadian perfeksionis dalam aspek estetika.

Mereka senang dengan keteraturan, simetri, dan keindahan visual.

Dalam psikologi kepribadian, hal ini berkaitan dengan dimensi orderliness dari trait conscientiousness (kehati-hatian atau keteraturan).

3. Memiliki Kebutuhan Tinggi untuk Diakui sebagai “Berbudaya”

Beberapa orang memajang buku karena ingin diidentifikasi sebagai seseorang yang intelektual, berpikiran terbuka, dan mencintai literasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore