Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 23.32 WIB

Kamu Wajib Tahu! Begini 5 Ciri Hubungan Antar Pasangan yang Langgeng dan Harmonis hingga Akhir Hayat

Ilustrasi ciri hubungan antar pasangan yang langgeng (jcomp/freepik.com) - Image

Ilustrasi ciri hubungan antar pasangan yang langgeng (jcomp/freepik.com)

JawaPos.com - Penelitian terbaru menyatakan bahwa banyak orang di Amerika Serikat hanya memiliki sedikit teman dekat yang benar-benar dipercayai, sementara hampir setengah dari pernikahan berakhir dengan perceraian.

Kondisi ini mencerminkan kenyataan bahwa menjalin hubungan yang dekat, mesra, dan langgeng menjadi semakin sulit bagi banyak orang.

Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital namun cenderung terasing secara emosional, hubungan yang benar-benar mendalam dan stabil sering kali terasa langka dan susah dipertahankan.

Melansir Psychology Today, berikut ini beberapa ciri hubungan antar pasangan yang langgeng dan harmonis hingga akhir hayat.

1. Saling percaya

Kepercayaan bersama dapat dianggap sebagai pilar utama yang mendasari keberhasilan hubungan jangka panjang. Tanpa adanya kepercayaan, hubungan cenderung kehilangan rasa aman dan rasa perlindungan yang esensial bagi kelangsungannya. Kepercayaan memungkinkan kedua belah pihak merasa dihargai, dipahami, dan terlindungi, sehingga memperkuat ikatan di antara mereka.

Rasa aman yang tercipta melalui kepercayaan ini menjadi landasan bagi hubungan yang lebih kokoh dan langgeng. Sebaliknya, tanpa kepercayaan, maka hubungan akan mudah terguncang, menjadi rapuh, dan lebih rentan mengalami keretakan yang sulit untuk disembuhkan.

2. Saling menghormati dan berkomunikasi

Hubungan yang sehat tak akan terwujud tanpa adanya saling menghormati di antara kedua pihak. Salah satu cara paling jelas dalam mengetahui apakah ada rasa hormat atau tidak di hubungan adalah dengan melihat bagaimana kedua orang tersebut berkomunikasi satu sama lain.

Komunikasi yang tidak menghormati biasanya ditunjukkan lewat kritik tajam, penilaian negatif, atau sindiran yang berulang tentang karakter atau nilai seseorang. Dalam teori komunikasi, hal ini dikenal sebagai "keras pada orangnya, lembut pada masalahnya."

Komunikator yang efektif tahu bagaimana memisahkan masalah atau perilaku dari orang tersebut, dengan tetap menghargai orangnya sambil memberikan pendapat yang tegas tentang masalah yang ada. Sebaliknya, seorang komunikator yang kurang efektif justru menyerang pribadi orang tersebut, sambil meremehkan atau mengabaikan masalah yang sebenarnya perlu diselesaikan.

3. Kasih sayang dan keterbukaan

Penulis Ronald Adler dan Russell Proctor II menyebut, ada empat cara utama yang dapat membantu kita merasa lebih dekat dan terhubung dengan orang lain. Mereka mengidentifikasi strategi yang mampu mempererat hubungan antar individu, dan menciptakan rasa kedekatan emosional.

Selain itu, hal tersebut juga meningkatkan kualitas komunikasi dalam berbagai konteks sosial. Cara-cara ini menjadi kunci guna membangun hubungan yang lebih dalam dan penuh makna, serta menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara kita dan orang-orang di sekitar kita.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore