Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 20.40 WIB

8 Perilaku Pria yang Sangat Proaktif di Kantor, tapi Cenderung Pasif dalam Hubungan

Ilustrasi seorang pria tampak sibuk dengan pekerjaan kantornya, sementara pasangannya menunggu di latar belakang, mencerminkan prioritas yang tidak seimbang. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria tampak sibuk dengan pekerjaan kantornya, sementara pasangannya menunggu di latar belakang, mencerminkan prioritas yang tidak seimbang. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seorang pria yang sangat proaktif dan bersemangat di tempat kerja, namun terlihat pasif ketika berhadapan dengan hubungan pribadinya? Fenomena ini sering kali membingungkan, menciptakan dinamika yang kurang seimbang dalam interaksi sehari-hari.

Menariknya, kecenderungan perilaku ini sering kali tidak disadari oleh mereka yang melakukannya, seolah menjadi bagian dari rutinitas. Mereka mungkin mengira segalanya baik-baik saja tanpa memahami dampak pada pasangan mereka. Melansir pada Geediting.com Kamis (22/05), ada delapan perilaku khusus yang sering kali ditampilkan oleh para pria seperti ini.

1. Menolak Percakapan yang Lebih Dalam

Satu di antara tanda utama adalah keengganan untuk terlibat dalam diskusi emosional atau isu-isu sensitif terkait hubungan mereka. Hal ini secara bertahap menciptakan kesenjangan pemahaman yang signifikan antara mereka dan pasangan tercinta.

2. Mengambil Pendekatan "Terserah Kamu"

Mereka sering kali menyerahkan semua keputusan penting kepada pasangan, mulai dari hal kecil hingga besar. Gaya ini membuat pasangan merasa sendirian dalam menghadapi beban tanggung jawab serta merasa kurang didukung dalam kehidupan sehari-hari.

3. Tetap Terlalu Fokus pada Pekerjaan

Pekerjaan sering kali menjadi alasan atau perisai bagi mereka untuk menghindari kerentanan emosional atau menghadapi perasaan tidak nyaman. Dedikasi berlebihan pada karier bisa menjadi pelarian dari kebutuhan intim dalam hubungan.

4. Jarang Menginisiasi Waktu Berkualitas

Mereka cenderung tidak merencanakan kencan spontan atau kejutan-kejutan kecil yang dapat menghidupkan kembali percikan asmara. Ketiadaan inisiatif ini secara perlahan dapat mengikis keintiman serta kedekatan emosional antara pasangan.

5. Menangkis dengan Humor atau Sarkasme

Ketika topik serius muncul, mereka sering menggunakan lelucon atau komentar sinis untuk menghindari pembahasan tulus. Taktik ini menghambat penyelesaian masalah lebih dalam yang memerlukan kejujuran serta keterbukaan emosional.

6. Menunggu Pasangan untuk "Mengambil Keputusan"

Dalam berbagai situasi krusial, mereka menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan besar kepada pihak pasangan. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan tanggung jawab serta kekuatan, membuat pasangan merasa memikul semua beban.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore