Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 05.33 WIB

Dulu Dilarang Menangis? Ini 7 Cara Tersembunyi Anda Mengekspresikan Emosi di Masa Dewasa

Ilustrasi seorang anak yang tampak sedang menahan tangis (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda diingatkan untuk menghentikan tangisan sejak kecil, mungkin dengan kalimat "Jangan cengeng!" atau "Sudah, jangan menangis lagi"? Perintah ini, yang mungkin diucapkan dengan niat baik, ternyata bisa membentuk cara kita mengekspresikan perasaan saat dewasa.

Larangan menangis seringkali menanamkan keyakinan bahwa menunjukkan emosi adalah hal buruk atau tanda kelemahan yang harus disembunyikan. Akibatnya, orang dewasa cenderung mencari cara lain yang tidak langsung untuk mengeluarkan atau menghadapi perasaan mereka. Melansir dari Geediting.com, Rabu (21/05), ada tujuh cara tersembunyi yang mungkin Anda tunjukkan ketika mencoba mengekspresikan emosi hari ini.

1. Menjadi Perfeksionis dan Terlalu Berusaha

Individu ini cenderung menetapkan standar sangat tinggi untuk diri sendiri dalam segala aspek kehidupan. Mereka meyakini bahwa dengan mencapai kesempurnaan, mereka dapat menghindari kritik atau kekecewaan, bahkan dari diri sendiri.

2. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Mereka seringkali mengutamakan kebutuhan serta kebahagiaan orang lain di atas keinginan pribadi yang sesungguhnya. Kebiasaan ini muncul karena keinginan kuat untuk menghindari konflik atau penolakan, yang bisa memicu emosi negatif.

3. Merasa Mati Rasa atau Terpisah dari Emosi

Mungkin ada perasaan hampa atau terputus dari emosi diri sendiri, seolah-olah tidak ada yang benar-benar bisa menyentuh hati. Hal ini adalah mekanisme pertahanan untuk menghindari pengalaman emosi yang dirasa menyakitkan atau tidak nyaman secara sadar.

4. Mengalami Keluhan Fisik yang Tidak Jelas

Emosi yang tidak tersalurkan kadang bermanifestasi sebagai rasa sakit tubuh seperti sakit kepala, masalah perut, atau ketegangan otot kronis. Tubuh menjadi tempat penyimpanan bagi semua perasaan yang tidak diizinkan untuk diungkapkan secara verbal atau ekspresif.

5. Menjadi Agresif Pasif dalam Interaksi Sosial

Mereka mungkin menunjukkan kemarahan atau frustrasi melalui cara yang tidak langsung seperti menunda-nunda pekerjaan atau membuat komentar sarkastis. Hal ini dilakukan karena takut menghadapi konfrontasi langsung dengan emosi mereka atau orang lain secara terbuka.

6. Sangat Mengontrol Lingkungan atau Orang Lain

Keinginan kuat untuk mengatur segalanya di sekitar mereka adalah upaya untuk menciptakan rasa aman dari kekacauan emosi. Kontrol memberikan ilusi bahwa mereka bisa menghindari kejutan emosional atau situasi yang tidak menyenangkan sama sekali.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore