
Ilustrasi anak-anak di era 1970-an sedang bermain di luar ruangan tanpa bantuan teknologi canggih (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Masa kecil di era 1970-an mungkin terasa sangat berbeda jika dibandingkan dengan pengalaman tumbuh besar anak-anak zaman sekarang. Dunia saat itu belum secanggih dan terkoneksi seperti hari ini, memaksa anak-anak belajar banyak hal praktis secara mandiri di luar lingkungan sekolah formal.
Kondisi lingkungan yang serba terbatas justru mendorong mereka mengembangkan serangkaian keterampilan penting yang ternyata sangat berguna di kemudian hari. Kemampuan-kemampuan inilah yang secara tidak langsung membentuk mereka menjadi individu dewasa yang lebih mandiri dan punya daya juang tinggi.
Melansir dari Geediting.com, Senin (19/05), berikut beberapa keterampilan khas era 70-an yang kini mungkin mulai jarang ditemukan.
1. Mentalitas 'Lakukan Sendiri' (Do-it-yourself Mentality)
Anak-anak era 70-an tumbuh dengan pemahaman bahwa tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan instan atau memanggil bantuan ahli. Mereka didorong untuk mencoba memperbaiki, menciptakan, atau mengatasi persoalan dengan menggunakan alat serta sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.
2. Navigasi Tanpa Bantuan Teknologi
Belum adanya teknologi navigasi canggih seperti GPS membuat anak-anak zaman itu terbiasa mengandalkan peta fisik dan patokan alam. Kemampuan membaca arah, mengingat jalan, dan orientasi ruang adalah keterampilan penting yang mereka asah setiap kali bepergian sendiri atau bersama teman.
3. Kemampuan Perbaikan Dasar
Sepeda yang rusak, mainan yang patah, atau peralatan rumah tangga sederhana seringkali coba diperbaiki sendiri sebelum dibawa ke tukang servis profesional. Anak-anak era 70-an belajar keterampilan dasar memakai obeng, tang, atau memahami cara kerja benda-benda di sekitar mereka.
4. Pengelolaan Uang Sederhana
Uang saku yang terbatas mengharuskan anak-anak belajar membuat prioritas dalam pengeluaran mereka sehari-hari. Mereka terbiasa menabung, membandingkan harga barang, dan membuat keputusan cerdas tentang bagaimana membelanjakan uang yang mereka miliki secara bijak.
5. Memasak Mulai dari Bahan Mentah
Keterampilan memasak bukan hanya domain orang tua, anak-anak pun sering dilibatkan dalam proses menyiapkan makanan dari awal. Mereka belajar mengenal bahan-bahan segar, cara mengolahnya, dan seringkali bisa menyiapkan hidangan sederhana tanpa bergantung pada makanan instan.
6. Komunikasi Jauh dari Gadget
Interaksi sosial dan komunikasi dengan teman atau keluarga lebih banyak dilakukan secara tatap muka atau melalui surat dan telepon rumah terbatas. Ini melatih keterampilan mendengarkan aktif, membaca ekspresi wajah, dan menyampaikan pikiran secara lisan dengan lebih efektif.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
