Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 05.00 WIB

6 Alasan Psikologis Dibalik Pembelian Barang yang Didorong oleh Status Sosial: Salah Satunya Haus Validasi?

Ilustrasi orang yang belanja demi validasi./Freepik. - Image

Ilustrasi orang yang belanja demi validasi./Freepik.

JawaPos.com - Seseorang yang melakukan pembelian barang branded sering kali didorong oleh status sosial, bukan karena kebutuhan. Lalu jika membeli barang biasa-biasa, maka tidak mendapat label kekayaan, itulah kehidupan.

Apalagi di era media sosial saat ini di kala semua orang dengan mudahnya memamerkan harta, status, kedudukan, atau pencapaian dirinya. Dikutip dari laman Shafiq pada Jumat (16/05) hal ini cukup membahayakan secara kesehatan mental dan finansial bagi orang lain yang melihatnya.

Maka sudah tak heran jika ada seseorang yang melakukan pembelian barang mahal lalu di unggah, itu menjadikan perbandingan bagi orang lain yang melihatnya. Padahal kita tidak tahu proses untuk membeli barang itu atau asal-usulnya.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Jumat (16/05) ada 6 alasan psikologis dibalik pembelian barang yang didorong oleh status sosial :

1. Haus validasi

Terkadang, kita membeli barang-barang mahal karena ingin mencari validasi baik dari teman, keluarga, atau bahkan orang asing di media sosial. Mereka ingin orang-orang melihat dalam cahaya tertentu, serta simbol-simbol yang mengkomunikasikan tingkat kesuksesan hidupnya.

2. Ingin meniru orang terkenal

Bagian yang menarik adalah bahwa kegembiraan dari pembelian itu berakar pada imajinasi kita Psikolog sering menyebut ini sebagai "self-signing," di mana kita mengirim pesan kepada diri kita tentang identitas yang ingin kita adopsi.

Dengan memiliki barang itu, kita memberi tahu alam bawah sadar kita, "Saya sedang dalam perjalanan untuk menjadi orang itu."

3. Takut ketinggalan

Sungguh luar biasa betapa seringnya kita termotivasi oleh perasaan bahwa kita akan tertinggal jika tidak mengambil bagian dalam tren pengeluaran terbaru.

FOMO memicu bagian otak kita yang membenci gagasan untuk dikecualikan dari pengalaman bersama. Kesadaran ekstra dapat menyelamatkan kita dari percikan pada pembelian pencarian status hanya karena orang lain melakukannya.

4. Bagasi emosional dan perubahan suasana hati

Terkadang, keinginan kita untuk barang-barang berstatus tinggi itu tidak ada hubungannya dengan orang lain dan semuanya ada hubungannya dengan perasaan kita saat ini.

Ketika stres, tergoda untuk memperlakukan diri sendiri sebagai cara untuk menghibur diri. Pola ini adalah tentang pengaturan emosional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore