
Ilustrasi orang yang belanja demi validasi./Freepik.
JawaPos.com - Seseorang yang melakukan pembelian barang branded sering kali didorong oleh status sosial, bukan karena kebutuhan. Lalu jika membeli barang biasa-biasa, maka tidak mendapat label kekayaan, itulah kehidupan.
Apalagi di era media sosial saat ini di kala semua orang dengan mudahnya memamerkan harta, status, kedudukan, atau pencapaian dirinya. Dikutip dari laman Shafiq pada Jumat (16/05) hal ini cukup membahayakan secara kesehatan mental dan finansial bagi orang lain yang melihatnya.
Maka sudah tak heran jika ada seseorang yang melakukan pembelian barang mahal lalu di unggah, itu menjadikan perbandingan bagi orang lain yang melihatnya. Padahal kita tidak tahu proses untuk membeli barang itu atau asal-usulnya.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Jumat (16/05) ada 6 alasan psikologis dibalik pembelian barang yang didorong oleh status sosial :
1. Haus validasi
Terkadang, kita membeli barang-barang mahal karena ingin mencari validasi baik dari teman, keluarga, atau bahkan orang asing di media sosial. Mereka ingin orang-orang melihat dalam cahaya tertentu, serta simbol-simbol yang mengkomunikasikan tingkat kesuksesan hidupnya.
2. Ingin meniru orang terkenal
Bagian yang menarik adalah bahwa kegembiraan dari pembelian itu berakar pada imajinasi kita Psikolog sering menyebut ini sebagai "self-signing," di mana kita mengirim pesan kepada diri kita tentang identitas yang ingin kita adopsi.
Dengan memiliki barang itu, kita memberi tahu alam bawah sadar kita, "Saya sedang dalam perjalanan untuk menjadi orang itu."
3. Takut ketinggalan
Sungguh luar biasa betapa seringnya kita termotivasi oleh perasaan bahwa kita akan tertinggal jika tidak mengambil bagian dalam tren pengeluaran terbaru.
FOMO memicu bagian otak kita yang membenci gagasan untuk dikecualikan dari pengalaman bersama. Kesadaran ekstra dapat menyelamatkan kita dari percikan pada pembelian pencarian status hanya karena orang lain melakukannya.
4. Bagasi emosional dan perubahan suasana hati
Terkadang, keinginan kita untuk barang-barang berstatus tinggi itu tidak ada hubungannya dengan orang lain dan semuanya ada hubungannya dengan perasaan kita saat ini.
Ketika stres, tergoda untuk memperlakukan diri sendiri sebagai cara untuk menghibur diri. Pola ini adalah tentang pengaturan emosional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
