
Ilustrasi perempuan yang tengah berjuang. (dok. our-team/freepik)
JawaPos.com – Dalam kehiduapan ini, seseoarng sering kali mengemban berbagai peran sekeligus. Dia bisa jadi ibu di rumah, koordinator di kantor, kakak yang harus kuat, atau teman yang selalu jadi tempat bersandar. Tanggung jawab yang harus dibawa tersebut membuat mereka dipaksa untuk tampak kuat dan tegar, bahkan dia tidak bisa menampilkan perasaan lelah dan sedihnya karena takut membuat beberapa orang di hidupnya merasa kasihan.
Tekanan itu kadang tidak terlihat dari luar. Banyak perempuan lebih memilih diam, menyimpan semuanya sendiri. Mereka akan cenderung berjuang sendirian secara diam-diam dan tidak ingin merepotkan orang lain.
Dilansir dari laman geediting.com, terdapat 7 kalimat yang mungkin dipakai saat seorang perempuan sedang berjuang sendirian menurut psikologi.
1) “Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku”
Dimulai dari kalimat yang mungkin sering sekali kita dengar “aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku”.
Tapi siapa sangka di balik kalimat tersebut tersimpan sedikit rahasia yang mereka coba simpan diam-diam. Karena bila seorang Perempuan secara berulang kali menegaskan jika dirinya baik-baik saja, dan meminta kalian untuk tidak khawatir terhadap mereka, mungkin itu adalah teriakan minta tolong yang sulit mereka katakana secara langsung.
Ini bisa jadi caranya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun sebenarnya tidak. Dia akan memasang tameng bahwa dirinya baik-baik saja dengan tampang yang berani sebagai bentuk pertahanan diri.
Lain kali saat mendengar kalimat tersebut, dibanding langsung mencoba menerimanya begitu saja, cobalah untuk langsung bertanya dengan baik-baik yang mungkin akan membuat mereka mulai berbagi masalahnya secara perlahan.
2) “Saya hanya lelah”
Penggunaan kalimat ini mungkin sudah terasa lelahnya, tapi sebagian orang akan berpikir jika mungkin mereka lelah karena kurang tidur, atau mereka lelah karena pekerjaan yang menumpuk, padahal lebih daripada itu.
Penggunaan kata-kata "Saya hanya lelah" yang berulang-ulang bukan karena kelelahan fisik. Itu adalah topeng untuk kelelahan emosional dan mental yang dihadapi setiap hari. Rasa lelahnya tersebut bisa saja sebagai wujud dari perjuangannya. Dia mengungkapkan secara tersirat bahwa dia terkuras secara mental atau emosional, bahkan saat dia tampak bugar secara fisik.
Saat kalian mendengar kalimat tersebut, bisa saja itu adalah permohonan diam-diam untuk pengertian dan dukungan.
Baca Juga: Ternyata Ini 7 Alasan Psikologis Mengapa Seseorang Terus Mengecek Cuaca Sebelum Keluar Rumah
3) “Mungkin hanya aku”
“Mungkin hanya aku,” Bukankah itu terdengar familiar?

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
