Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 04.32 WIB

Menurut Psikologi, Ini 7 Ungkapan yang Diucapkan Perempuan saat Berusaha Berjuang Sendirian

Ilustrasi perempuan yang tengah berjuang. (dok. our-team/freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang tengah berjuang. (dok. our-team/freepik)

JawaPos.com – Dalam kehiduapan ini, seseoarng sering kali mengemban berbagai peran sekeligus. Dia bisa jadi ibu di rumah, koordinator di kantor, kakak yang harus kuat, atau teman yang selalu jadi tempat bersandar. Tanggung jawab yang harus dibawa tersebut membuat mereka dipaksa untuk tampak kuat dan tegar, bahkan dia tidak bisa menampilkan perasaan lelah dan sedihnya karena takut membuat beberapa orang di hidupnya merasa kasihan.

Tekanan itu kadang tidak terlihat dari luar. Banyak perempuan lebih memilih diam, menyimpan semuanya sendiri. Mereka akan cenderung berjuang sendirian secara diam-diam dan tidak ingin merepotkan orang lain.

Dilansir dari laman geediting.com, terdapat 7 kalimat yang mungkin dipakai saat seorang perempuan sedang berjuang sendirian menurut psikologi.

1) “Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku”

Dimulai dari kalimat yang mungkin sering sekali kita dengar “aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku”.

Tapi siapa sangka di balik kalimat tersebut tersimpan sedikit rahasia yang mereka coba simpan diam-diam. Karena bila seorang Perempuan secara berulang kali menegaskan jika dirinya baik-baik saja, dan meminta kalian untuk tidak khawatir terhadap mereka, mungkin itu adalah teriakan minta tolong yang sulit mereka katakana secara langsung.

Ini bisa jadi caranya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun sebenarnya tidak. Dia akan memasang tameng bahwa dirinya baik-baik saja dengan tampang yang berani sebagai bentuk pertahanan diri.

Lain kali saat mendengar kalimat tersebut, dibanding langsung mencoba menerimanya begitu saja, cobalah untuk langsung bertanya dengan baik-baik yang mungkin akan membuat mereka mulai berbagi masalahnya secara perlahan.

2) “Saya hanya lelah”

Penggunaan kalimat ini mungkin sudah terasa lelahnya, tapi sebagian orang akan berpikir jika mungkin mereka lelah karena kurang tidur, atau mereka lelah karena pekerjaan yang menumpuk, padahal lebih daripada itu.

Penggunaan kata-kata "Saya hanya lelah" yang berulang-ulang bukan karena kelelahan fisik. Itu adalah topeng untuk kelelahan emosional dan mental yang dihadapi setiap hari. Rasa lelahnya tersebut bisa saja sebagai wujud dari perjuangannya. Dia mengungkapkan secara tersirat bahwa dia terkuras secara mental atau emosional, bahkan saat dia tampak bugar secara fisik.

Saat kalian mendengar kalimat tersebut, bisa saja itu adalah permohonan diam-diam untuk pengertian dan dukungan.

3) “Mungkin hanya aku”

“Mungkin hanya aku,” Bukankah itu terdengar familiar?

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore