Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 13.36 WIB

Orang Manipulatif Akan Lakukan 3 Hal Ini Saat Kedoknya Terbongkar, Begini Kata Psikolog

Orang Manipulatif Melakukan Ini Ketika Kedok Terbongkar (Pexels) - Image

Orang Manipulatif Melakukan Ini Ketika Kedok Terbongkar (Pexels)

JawaPos.com – Orang manipulatif akan melakukan segala cara demi membuat korbannya merasa tidak lebih baik dari dirinya.

Seringkali memang korban tidak sadar dirinya sedang dimanipulasi sehingga terus menerus merasa tidak punya power.

Namun, akan ada titik dimana korban menyadari kedok dari orang yang manipulatif. Melalui YouTube Psychology with Dr. Ana, psikolog Bernama dr. Ana Yudin ini mengungkap terbongkarnya kedok bisa berupa korban sadar bahwa perilaku seseorang sangat merugikan, mulai menetapkan batasan, tidak lagi menoleransi perilaku manipulasi, dan berani jujur tentang perbuatan buruk yang diterimanya.

Lantas, kalau sudah begini, apakah orang manipulative akan pergi sambil menutup mulut? Tidak. Dari sisi psikologi, setidaknya mereka akan melakukan tiga hal demi melindungi diri sendiri.

1. Menyangkal Realitas

Trik gaslighting menjadi andalan seorang manipulator apabila korban mulai tidak terpengaruh.

Dokter Ana Yudin memberikan contoh misalnya saja mereka menyangkal perbuatannya meskipun ada bukti yang jelas.

Jika penyangkalan tidak berhasil, mereka tetap tidak akan mengaku salah, melainkan memelintir fakta.

Salah satu contohnya, mereka akan bilang kepada banyak orang bahwa seseorang pantas diperlakukan buruk karena dia pernah membuat kesalahan.

2. Menghukum dan Mempermalukan Korban Agar Tetap Diam

Bukannya berhenti berperilaku buruk, manipulator justru semakin menjadi-jadi. Mereka tak puas jika penyangkalan hingga memelintir fakta tidak berhasil.

Tindakan mereka akan lebih menyeramkan seperti mempermalukan hingga mengancam agar korban tutup mulut.

Dokter Ana mengatakan taktik ini disebut juga sebagai DARVO atau Deny (menyangkal), Attack (menyerang) Reverse Victim and Offender (membalikkan posisi antara korban dan pelaku).

Pada tahap attack atau penyerangan dan juga membalikkan posisi, mereka tak segan menuduh korban sebagai pihak yang manipulative.

Mereka tak segan menyebut korban sebagai pihak yang jahat hingga korban meragukan dirinya sendiri, terlebih apabila korban punya kapasitas refleksi diri tinggi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore