Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 21.13 WIB

5 Hal Halus yang Dilakukan Orang Narsis untuk Membuat Anda Bergantung Secara Emosional pada Mereka, Nomor 1 Paling Berbahaya!

Ilustrasi seseorang yang narsis sedang minta difoto oleh temannya (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang narsis sedang minta difoto oleh temannya (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kita semua tahu bahwa orang-orang tertentu dalam hidup kita tampaknya memiliki bakat untuk membuat kita merasa tergantung pada mereka. Seringkali, orang-orang ini adalah orang narsis yang telah menguasai teknik-teknik halus untuk membuat kita terikat secara emosional.

Orang narsis tidak memiliki label, dan taktik mereka tidak selalu terang-terangan. Mereka secara halus mengubah realitas Anda, membuat Anda mempertanyakan perasaan dan pikiran Anda sendiri.

Dikutip dari geediting pada Selasa (13/5), dalam artikel ini, saya akan menyoroti lima hal halus yang dilakukan orang narsis untuk membuat Anda secara emosional bergantung pada mereka. Wawasan ini dapat membantu Anda mengenali polanya, memahami apa yang terjadi, dan mendapatkan kembali otonomi emosional Anda.

Ingat, pengetahuan adalah kekuatan. Dan ketika berurusan dengan orang narsis, menyadari taktik mereka bisa menjadi pengubah permainan. Jadi, ayo kita selami.

1) Gaslighting

Gaslighting adalah taktik berbahaya yang sering digunakan oleh para narsisis untuk memanipulasi orang lain. Teknik psikologis ini melibatkan secara halus membuat Anda meragukan realitas dan kewarasan Anda sendiri.

Bayangkan sebuah situasi di mana Anda yakin akan suatu peristiwa atau percakapan tertentu yang terjadi. Namun, si narsisis berulang kali bersikeras bahwa hal itu tidak terjadi seperti yang Anda ingat, atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin mulai mempertanyakan ingatan dan persepsi Anda, membuat Anda bingung secara emosional dan bergantung pada si narsisis untuk mendapatkan kebenaran versi Anda.

Orang narsis melakukan ini untuk menciptakan ketidakseimbangan kekuatan, di mana mereka memiliki kendali atas emosi dan pikiran Anda. Ini adalah bentuk pelecehan emosional secara diam-diam yang sulit dikenali, tetapi sangat merusak.

Mengenali gaslighting saat terjadi adalah langkah pertama untuk membebaskan diri dari manipulasi tersebut. Selalu percayai insting Anda dan jangan biarkan orang lain menimpa realitas Anda.

2) Pengeboman cinta

Sekarang, izinkan saya berbagi cerita pribadi yang dengan sempurna menggambarkan taktik narsistik lainnya: pengeboman cinta.

Beberapa tahun yang lalu, saya bertemu dengan seseorang yang menghujani saya dengan kasih sayang, pujian, dan sikap cinta yang luar biasa sejak awal. Rasanya luar biasa dan saya terhanyut.

Namun segera, saya menyadari bahwa kasih sayang yang intens ini tidak tulus. Itu adalah taktik manipulatif yang digunakan untuk membuat saya secara emosional bergantung pada mereka.

Orang ini akan berayun antara menjadi sangat penuh kasih dan bersikap dingin. Ketidakkonsistenan ini membingungkan dan saya mendapati diri saya terus-menerus mencari persetujuan dan cinta mereka, yang telah menjadi garis hidup emosional saya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore