
Ilustrasi melepas. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada momen-momen perpisahan, dari orang yang dicinta, dari versi lama diri sendiri, atau dari situasi yang pernah kita anggap sebagai rumah.
Namun, bagaimana jika melepas tidak harus selalu identik dengan luka dan beban?
Qintari Anindhita, seorang psikolog, terapis, sekaligus pendiri Menatar Bawah Sadar, kerap membagikan pandangan dan perenungan mendalam seputar penyembuhan diri, spiritual, dan kesadaran, lewat akun Instagramnya @qintaridhita.
Salah satu unggahan reflektifnya yang menyentuh banyak hati adalah tentang "7 keyakinan yang membuat proses melepas terasa ringan".
Berikut ini adalah poin-poin tersebut yang bisa kamu resapi perlahan:
1. Setiap manusia memiliki ‘kontrak jiwa’ yang unik
Kita semua hadir di dunia dengan kurikulum kehidupan yang berbeda. Maka, jangan heran jika perjalananmu tidak sama dengan orang lain.
Melepas bukan berarti gagal, tapi mungkin memang bagian dari "pelajaran" yang harus kamu lewati.
2. Pertemuan dan perpisahan adalah alat pertumbuhan
Tak ada yang kebetulan. Setiap orang yang datang (dan pergi) punya peran dalam mendorong kita tumbuh dan menyadari potensi terdalam diri. Termasuk lewat luka dan konflik.
3. Perubahan adalah hukum alam
Menolak perubahan sama dengan melawan arus kehidupan itu sendiri. Saat kita belajar mengalir dan mempercayai proses, kita membuka ruang bagi kebaikan dan pertumbuhan baru.
4. Kita tetap bisa mengasihi dari jauh
Setelah berpisah, kita bisa tetap mendoakan dan mengasihi orang lain tanpa perlu keterikatan peran, status, atau ekspektasi. Rasa sakit yang pernah mereka hadirkan pun bisa menjadi bahan bakar bagi kesadaran diri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
