Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 16.04 WIB

Selalu Jadi yang Pertama Meminta Maaf Duluan? Sadari 7 Tanda Kamu Terlalu Mengalah, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang terlalu mengalah (freepik/ lookstudio) - Image

Ilustrasi orang yang terlalu mengalah (freepik/ lookstudio)

JawaPos.com - Apakah kamu sering menjadi orang pertama yang buru-buru meminta maaf, bahkan ketika kamu sebenarnya tidak merasa bersalah?

Jika iya, bisa jadi itu bukan karena kamu bijaksana atau dewasa, melainkan karena kamu terlalu mengalah demi menjaga hubungan agar tetap damai dan tenang.

Menurut psikologi, kebiasaan ini justru bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang mengabaikan kebutuhan dan perasaanmu sendiri.

Akibatnya, kamu bisa kehilangan harga diri, bahkan arah dalam hubunganmu, baik itu di lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Senin (5/5), berikut merupakan 7 tanda kamu terlalu mengalah, menurut psikologi.

1. Kamu mengira menyenangkan orang lain itu artinya menjaga kedamaian

Tidak sedikit orang yang merasa bahwa meminta maaf adalah cara terbaik untuk menjaga kedamaian dalam hubungan.

Padahal, jika kamu selalu meminta maaf hanya untuk membuat orang lain merasa senang dan tidak marah, itu artinya kamu cenderung menjadi people pleaser atau orang yang selalu ingin menyenangkan semua orang.

Hal ini bisa membuatmu menyingkirkan kebutuhan dan pendapatmu sendiri demi menghindari ketegangan.

Menjaga perdamaian yang sesungguhnya bukan berarti harus selalu mengalah, tetapi mampu mengakui adanya perbedaan dan menyelesaikan masalah dengan cara yang sehat.

Jika kamu terus-menerus meminta maaf hanya agar situasi tetap tenang, kamu akan bisa merasa tertekan atau bahkan kesal sendiri karena tidak pernah benar-benar dihargai dan didengarkan.

2. Kamu minta maaf untuk menghindari konflik

Banyak orang merasa tidak nyaman saat terjadi perdebatan atau konflik, sehingga memilih jalan pintas dengan segera meminta maaf.

Meskipun terlihat bijak, sebenarnya kamu sedang menutupi masalah, bukan berusaha untuk menyelesaikannya.

Dengan terus menghindari konflik melalui permintaan maaf, kamu melewatkan kesempatan untuk menjelaskan maksudmu, menetapkan batas yang sehat, dan memperbaiki hubungan secara jujur.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore