
BUAH KONSISTENSI: Karleon Naufal Dzaki meluapkan rasa syukur setelah diterima di jurusan sistem informasi ITS melalui jalur SNBP kemarin (18/3). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 mesti menjadi rujukan agar lolos SNBP tahun 20206. Salah satu yang menonjol adalah menunjukkan bahwa Pilihan 1 saat menentukan prodi dan kampus bukan cuma pilihan utama di formulir, tapi benar-benar jadi penentu utama kelulusan.
Biasanya, hampir semua peserta punya dua pilihan kampus, tapi realitanya, hanya sebagian kecil yang benar-benar lolos lewat Pilihan 2. Angka-angka resminya membuka mata: kalau salah strategi, peluang bisa langsung anjlok.
Realita Pendaftar SNBP 2025: Ramai, Padat, dan Super Ketat
Berdasarkan data SNPMB 2025, total pendaftar SNBP mencapai 745.579 siswa. Dari jumlah tersebut, 733.345 siswa mendaftarkan kampus sebagai Pilihan 1, sementara 580.946 siswa juga mengisi Pilihan 2. Artinya, hampir semua peserta berharap masih punya “cadangan” jika gagal di pilihan utama.
Namun, daya tampung SNBP 2025 hanya 155.179 kursi. Ini berarti secara kasar, hanya sekitar satu dari lima pendaftar yang bisa diterima. Kondisi ini otomatis membuat sistem seleksi bekerja sangat ketat, terutama di tahap awal penilaian.
Angka Kelulusan Bicara: Pilihan 1 Jauh Lebih Menentukan
Dari total 150.547 siswa yang dinyatakan lolos SNBP 2025, fakta menarik langsung terlihat. Sebanyak 136.990 siswa diterima melalui Pilihan 1, sementara yang lolos lewat Pilihan 2 hanya 13.557 siswa.
Jika dihitung dengan rumus sederhana, peluang diterima lewat Pilihan 1 berada di angka sekitar 18,6 persen, sedangkan peluang dari Pilihan 2 hanya sekitar 2,3 persen. Selisih ini sangat jauh dan menegaskan bahwa Pilihan 2 bukan jaminan aman seperti yang sering dibayangkan.
Kenapa Pilihan 2 Sering Berujung “Zonk”?
Ada sistem seleksi di balik layar SNBP yang sering tidak disadari peserta. Pertama, panitia SNBP akan menyeleksi seluruh pendaftar Pilihan 1 terlebih dahulu. Selama kuota masih tersedia, proses akan terus berjalan di jalur ini.
Masalah muncul ketika kuota sudah penuh oleh pendaftar Pilihan 1. Dalam kondisi ini, pendaftar Pilihan 2 otomatis tidak diproses lebih lanjut, meskipun nilai akademiknya lebih tinggi. Jadi, nilai bagus saja tidak cukup jika kamu datang saat “pintunya” sudah tertutup.
Kampus “Tidak Mau Diduakan” Bukan Mitos
Fenomena kampus yang enggan menerima mahasiswa dari Pilihan 2 ternyata nyata. Banyak PTN besar seperti UI, ITB, UGM, dan kampus favorit lain hampir tidak pernah mengambil mahasiswa dari jalur Pilihan 2.
Bagi kampus-kampus ini, Pilihan 1 dianggap sebagai bentuk keseriusan dan komitmen calon mahasiswa. Mereka lebih menghargai peserta yang menjadikan jurusan tersebut sebagai tujuan utama, bukan sekadar alternatif cadangan.
Strategi Biar Lolos SNBP 2026

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
