Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 04.12 WIB

5 Situasi dalam Hidup yang Baik Dilakukan Saat Diam daripada Mengutarakannya Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang lebih baik memilih untuk diam. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang lebih baik memilih untuk diam. (Freepik)

JawaPos.com – Salah satu pepatah pernah berkata bahwa diam itu emas, hal ini merujuk pada sikap seseorang alangkah baiknya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lebih diam daripada harus banyak berbicara.

Salah satu penelitian mengatakan bahwa respons yang paling kuat adalah tidak memberikan respons sama sekali, karena hal tersebut meminimalisir terjadinya konflik.

Dilansir dari laman News Report, berikut 5 situasi dalam hidup yang baik dilakukan saat diam daripada mengutarakannya.

  1. Saat marah

Sebelum Anda meluapkan amarah, tarik napas dalam-dalam. Dalam salah satu buku filsafat menasihati kita untuk tetap diam di saat-saat emosi yang kuat seperti amarah. Karena kata-kata yang diucapkan dalam kemarahan jarang membangun.

Kata-kata itu lebih cenderung menyakiti daripada membantu, dan begitu diucapkan, tidak ada yang bisa menariknya kembali.

Kemarahan dapat mendistorsi pemikiran rasional dan menyebabkan tindakan yang disesalkan. Di sisi lain, diam memberi Anda kesempatan untuk menenangkan diri, menyatukan pikiran, dan merespons dengan cara yang lebih seimbang di kemudian hari.

Tetap diam. Itu mungkin menyelamatkan situasi dari eskalasi dan menjaga hubungan yang dapat rusak parah jika diucapkan dengan tergesa-gesa.

  1. Saat tidak dimintai pendapat

Ada rasa ingin tahu, hasrat membara untuk berbagi pemikiran kita tentang segala hal dari apa yang harus dilakukan tetangga terhadap halaman rumah mereka, hingga bagaimana sahabat Anda harus menangani masalah hubungannya.

Inilah kenyataannya, akan berbeda jika seseorang secara khusus meminta pendapat Anda, mereka mungkin tidak menginginkannya. Salah satu dalam buku filsafat mengajarkan kita bahwa nasihat yang tidak diminta jarang diterima. Nasihat itu sering kali dianggap lancang dan bahkan dapat merusak hubungan.

  1. Mengutamakan saat mendengarkan

Mendengarkan adalah bentuk rasa hormat. Hal ini menandakan bahwa kita menghargai pemikiran dan pengalaman orang lain. Terkadang orang tidak membutuhkan saran atau solusi mereka hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkan.

Jadi lain kali seseorang mulai terbuka kepada Anda, hindari keinginan untuk menyela atau langsung menyampaikan pendapat Anda. Dengarkan saja. Keheningan Anda saat itu dapat berarti segalanya bagi mereka.

  1. Bergosip

Gosip adalah kesenangan yang tidak menyenangkan bagi banyak dari kita. Bisikan singkat di sana-sini, tawa pelan di sana-sini, dan sebelum Anda menyadarinya, Anda sudah terlibat dalam urusan orang lain.

Orang menghabiskan sekitar 52 menit per hari untuk bergosip merupakan waktu yang lama untuk membicarakan orang lain.

Hal itu dapat merusak reputasi, membuat hubungan menjadi tegang, dan jangan lupa  hal itu tidak adil bagi orang yang dibicarakan. Ditambah lagi, hal itu tidak memberikan kontribusi positif apa pun bagi karakter kita.

  1. Menghindari perdebatan

Saat terlibat dalam perdebatan yang tak ada gunanya, menghadapi perilaku yang tidak rasional, atau berhadapan dengan individu yang senang berkonflik, terkadang hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah tidak melakukan apa pun.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore