
Ilustrasi orang yang lebih baik memilih untuk diam. (Freepik)
JawaPos.com – Salah satu pepatah pernah berkata bahwa diam itu emas, hal ini merujuk pada sikap seseorang alangkah baiknya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lebih diam daripada harus banyak berbicara.
Salah satu penelitian mengatakan bahwa respons yang paling kuat adalah tidak memberikan respons sama sekali, karena hal tersebut meminimalisir terjadinya konflik.
Dilansir dari laman News Report, berikut 5 situasi dalam hidup yang baik dilakukan saat diam daripada mengutarakannya.
Sebelum Anda meluapkan amarah, tarik napas dalam-dalam. Dalam salah satu buku filsafat menasihati kita untuk tetap diam di saat-saat emosi yang kuat seperti amarah. Karena kata-kata yang diucapkan dalam kemarahan jarang membangun.
Kata-kata itu lebih cenderung menyakiti daripada membantu, dan begitu diucapkan, tidak ada yang bisa menariknya kembali.
Kemarahan dapat mendistorsi pemikiran rasional dan menyebabkan tindakan yang disesalkan. Di sisi lain, diam memberi Anda kesempatan untuk menenangkan diri, menyatukan pikiran, dan merespons dengan cara yang lebih seimbang di kemudian hari.
Tetap diam. Itu mungkin menyelamatkan situasi dari eskalasi dan menjaga hubungan yang dapat rusak parah jika diucapkan dengan tergesa-gesa.
Ada rasa ingin tahu, hasrat membara untuk berbagi pemikiran kita tentang segala hal dari apa yang harus dilakukan tetangga terhadap halaman rumah mereka, hingga bagaimana sahabat Anda harus menangani masalah hubungannya.
Inilah kenyataannya, akan berbeda jika seseorang secara khusus meminta pendapat Anda, mereka mungkin tidak menginginkannya. Salah satu dalam buku filsafat mengajarkan kita bahwa nasihat yang tidak diminta jarang diterima. Nasihat itu sering kali dianggap lancang dan bahkan dapat merusak hubungan.
Mendengarkan adalah bentuk rasa hormat. Hal ini menandakan bahwa kita menghargai pemikiran dan pengalaman orang lain. Terkadang orang tidak membutuhkan saran atau solusi mereka hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkan.
Jadi lain kali seseorang mulai terbuka kepada Anda, hindari keinginan untuk menyela atau langsung menyampaikan pendapat Anda. Dengarkan saja. Keheningan Anda saat itu dapat berarti segalanya bagi mereka.
Gosip adalah kesenangan yang tidak menyenangkan bagi banyak dari kita. Bisikan singkat di sana-sini, tawa pelan di sana-sini, dan sebelum Anda menyadarinya, Anda sudah terlibat dalam urusan orang lain.
Orang menghabiskan sekitar 52 menit per hari untuk bergosip merupakan waktu yang lama untuk membicarakan orang lain.
Hal itu dapat merusak reputasi, membuat hubungan menjadi tegang, dan jangan lupa hal itu tidak adil bagi orang yang dibicarakan. Ditambah lagi, hal itu tidak memberikan kontribusi positif apa pun bagi karakter kita.
Saat terlibat dalam perdebatan yang tak ada gunanya, menghadapi perilaku yang tidak rasional, atau berhadapan dengan individu yang senang berkonflik, terkadang hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah tidak melakukan apa pun.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
