Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 00.35 WIB

7 Perilaku Orang yang Merasa Terganggu Secara Tidak Rasional oleh Pengunyah yang Berisik, Menurut Psikologi

7 Perilaku Orang yang Merasa Terganggu Secara Tidak Rasional oleh Pengunyah yang Berisik./Freepik. - Image

7 Perilaku Orang yang Merasa Terganggu Secara Tidak Rasional oleh Pengunyah yang Berisik./Freepik.

JawaPos.com - Apakah suara orang yang mengunyah dengan keras membuat Anda ingin melarikan diri dari ruangan?

Bagi sebagian orang, suara mengunyah tidak hanya mengganggu—tetapi bisa terasa menyiksa. Bahkan suara kecil seperti orang menyeruput minuman atau menggigit apel bisa memicu amarah dan kegelisahan yang luar biasa. Reaksi yang tampaknya "berlebihan" ini sering kali tidak dimengerti oleh orang lain.

Namun tenang, Anda tidak sendirian. Kondisi ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai misophonia, atau secara harfiah berarti "kebencian terhadap suara".

Ini bukan sekadar sensitivitas biasa, melainkan reaksi emosional yang nyata dan intens terhadap suara tertentu.

Dilansir JawaPos.com dari laman Blog Herald pada Rabu, 30 April 2025. Artikel ini akan mengulas 7 perilaku khas yang sering muncul pada orang-orang yang merasa terganggu secara tidak rasional oleh pengunyah berisik, disertai penjelasan psikologis yang mendalam agar Anda bisa lebih memahami dan mengelola pengalaman ini dengan bijak.

1. Sangat Sadar Terhadap Suara

Apakah Anda bisa langsung menangkap suara kunyahan dari sudut ruangan, bahkan saat orang lain tampaknya tak terganggu?

Itu bukan imajinasi Anda. Ini adalah bentuk dari hipersensitivitas sensorik, khususnya terhadap suara. Otak Anda menangkap, memperbesar, dan memusatkan perhatian pada suara tersebut, bahkan ketika itu bukan sumber kebisingan utama.

Dalam psikologi, fenomena ini terkait erat dengan misophonia. Studi menunjukkan bahwa individu dengan misophonia mengalami aktivitas otak yang meningkat pada bagian anterior insula, area otak yang bertanggung jawab terhadap pemrosesan emosi dan pengalaman sensorik.

Jadi, ketika Anda mendengar suara kunyahan, otak Anda menafsirkannya bukan sekadar sebagai suara, melainkan sebagai ancaman terhadap keseimbangan emosional Anda.

Bagi banyak orang, ini bukan soal membesar-besarkan. Ini adalah pengalaman yang valid dan nyata.

2. Meningkatnya Stres dan Kecemasan

Seringkali, respons terhadap suara mengunyah bukan hanya terganggu—tetapi bisa berupa reaksi fisiologis nyata, seperti detak jantung yang meningkat, tangan berkeringat, bahkan rasa ingin menangis atau marah tanpa alasan jelas.

Mengapa ini bisa terjadi?

Karena suara tertentu bisa memicu reaksi “fight or flight” dalam tubuh Anda—reaksi yang sama seperti saat menghadapi bahaya fisik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore