
seseorang yang memberikan hadiah yang terpakai./Freepik/prostock-studio
JawaPos.com - Di banyak budaya, hadiah sering dipahami sebagai simbol emosi: perhatian, kasih sayang, dan ikatan personal. Namun menariknya, tidak semua orang menilai hadiah dari sisi sentimental.
Sebagian justru lebih memilih hadiah yang terpakai dan fungsional—barang yang mungkin sederhana, tidak terlalu emosional, tetapi jelas manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam psikologi kepribadian, pilihan ini bukanlah tanda dingin atau kurang perasaan. Sebaliknya, preferensi terhadap hadiah yang terpakai sering kali mencerminkan pola pikir yang rasional, matang, dan realistis.
Orang-orang seperti ini cenderung melihat dunia apa adanya, menimbang nilai guna, dan mengambil keputusan berdasarkan logika, bukan semata perasaan sesaat.
Dilansir dari Geediting pada Senin (19/1), terdapat tujuh kualitas rasional yang umumnya dimiliki oleh orang yang lebih memilih hadiah terpakai dibanding hadiah yang bernilai emosional.
1. Berpikir Praktis dan Berorientasi Solusi
Secara psikologis, individu yang menghargai hadiah terpakai biasanya memiliki pola pikir praktis. Mereka cenderung bertanya dalam hati, “Apa manfaat nyata dari benda ini?” alih-alih “Seberapa menyentuh maknanya?”
Bagi mereka, sebuah barang yang bisa digunakan berulang kali—meski tanpa cerita emosional—lebih bernilai karena mampu menyelesaikan kebutuhan nyata. Pola pikir ini sering muncul pada orang-orang yang terbiasa menghadapi masalah secara langsung dan mencari solusi konkret, bukan sekadar penghiburan simbolis.
2. Mampu Memisahkan Emosi dari Keputusan
Salah satu ciri rasionalitas yang kuat adalah kemampuan memisahkan perasaan pribadi dari penilaian objektif. Orang yang memilih hadiah terpakai umumnya tidak menolak emosi, tetapi mereka tidak membiarkan emosi mendominasi keputusan.
Dalam psikologi kognitif, ini berkaitan dengan kontrol emosi yang baik. Mereka dapat tetap menghargai niat baik pemberi hadiah, namun fokus pada nilai guna barang tersebut. Sikap ini juga sering terlihat dalam pengambilan keputusan finansial, pekerjaan, hingga relasi sosial.
3. Menghargai Nilai Jangka Panjang
Hadiah emosional sering kali memberikan kebahagiaan sesaat, sementara hadiah terpakai cenderung memberi manfaat berulang. Orang rasional secara alami tertarik pada nilai jangka panjang.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa individu dengan orientasi masa depan yang kuat lebih memilih sesuatu yang bertahan lama dan berguna, daripada sesuatu yang hanya memicu emosi singkat. Mereka berpikir, “Apakah ini masih berguna enam bulan atau setahun ke depan?”

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
