Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 17.32 WIB

7 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Mencoba Kuliner Lokal Saat Traveling, Menurut Psikologi

7 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Mencoba Kuliner Lokal Saat Traveling, Menurut Psikologi - Image

7 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Mencoba Kuliner Lokal Saat Traveling, Menurut Psikologi

JawaPos.com - Traveling ke tempat baru biasanya identik dengan mencoba kuliner khas warga lokal yang seru dan menggoda.

Tapi, pernah nggak kamu ketemu orang yang lebih memilih makan burger dari restoran cepat saji internasional ketimbang mencicipi makanan khas daerah yang mereka kunjungi?

Nah, ternyata, hal ini bisa dijelaskan lewat faktor kepribadian dan psikologi, lho! Dilansir dari Geediting pada Senin (28/4) yuk, kita bahas 7 ciri kepribadian orang yang jarang mau mencoba kuliner khas warga lokal saat traveling.

1. Takut terhadap Hal yang Tidak Diketahui

Keluar dari zona nyaman itu memang berat, apalagi soal makanan. Ada orang-orang yang merasa lebih aman berpegang pada apa yang sudah mereka kenal. Menurut psikologi, ini berkaitan dengan naluri bertahan hidup kita.

Makanan yang sudah akrab itu seperti gunung es yang terlihat – aman, familiar. Sementara kuliner asing? Ada banyak ketidakpastian di bawah permukaan.

Kalau kamu lihat seseorang lebih memilih membawa camilan dari rumah ketimbang icip-icip sate lilit di Bali, mungkin itu karena naluri bawah sadar mereka yang berusaha mencari rasa aman.

2. Keinginan untuk Menjaga Semuanya Tetap dalam Kendali

Ada juga tipe orang yang butuh banget merasa semuanya terkendali, termasuk soal pilihan makanan. Saat traveling, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam cari restoran yang menyajikan menu yang mereka kenal.

Seperti kata Carl Jung, apa yang bikin kita jengkel dari orang lain bisa jadi cerminan diri sendiri. Nah, bagi mereka yang sulit mencoba kuliner khas warga lokal, keinginan untuk tetap memegang kendali bisa jadi alasannya. Tetap stick to the plan, stick to familiar food.

3. Terlalu Peka terhadap Rasa dan Bau

Nggak semua orang punya toleransi tinggi terhadap sensasi rasa dan aroma baru. Ada orang yang inderanya super sensitif, sehingga makanan lokal yang punya aroma kuat atau rasa ekstrem bisa terasa terlalu overwhelming.

Jadi, saat kamu melihat temanmu menolak cicip sushi fermentasi di Jepang atau menahan napas di pasar durian Thailand, itu mungkin bukan karena kurang petualang, tapi memang kepekaan alami mereka bekerja ekstra keras.

4. Nyaman dengan Hal-hal yang Familiar

Saat traveling, semuanya terasa baru – bahasa, budaya, lingkungan. Wajar kalau ada orang yang mencari sesuatu yang akrab untuk memberikan rasa nyaman. Misalnya, makan cheese burger di Shanghai, atau pizza di Paris.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore