Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 23.35 WIB

Jika Anda Langsung Mematikan Jaringan Setelah Mengirim Pesan yang Berisiko, Kemungkinan Besar Anda Memiliki 6 Ketakutan Halus Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang mengirim pesan yang beresiko (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengirim pesan yang membuat jantung berdetak lebih cepat, entah itu menyatakan perasaan, menyindir seseorang, mengungkapkan kebenaran yang tidak nyaman, atau sekadar terlalu jujur, lalu langsung log out, mematikan internet, atau membuang ponsel seperti sedang menghindari ledakan? Jika iya, Anda tidak sendirian.

Perilaku ini sering dianggap sepele atau lucu, tapi dalam dunia psikologi, ia mencerminkan sesuatu yang jauh lebih dalam.

Ada ketakutan-ketakutan halus, sering kali tidak disadari yang mengendap dalam pikiran dan memengaruhi cara kita berinteraksi secara digital.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (26/4), terdapat 6 ketakutan halus menurut psikologi yang mungkin tersembunyi di balik kebiasaan langsung mematikan jaringan setelah mengirim pesan yang berisiko.

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Otak kita terprogram untuk mencari penerimaan dan menghindari penolakan. 

Ketika Anda mengirim pesan yang rentan—mungkin berupa perasaan, kritik, atau opini yang tidak populer—otak Anda bisa menginterpretasikannya sebagai potensi ancaman terhadap hubungan sosial.

Mematikan internet setelahnya adalah bentuk coping mechanism untuk menghindari kemungkinan ditolak atau diabaikan. 

Itu seperti menutup mata saat menonton adegan horor: jika saya tidak melihat reaksinya, maka rasa takutnya tidak terasa nyata.

2. Perfeksionisme Sosial (Socially-Oriented Perfectionism)

Anda mungkin sering memikirkan bagaimana Anda terlihat di mata orang lain. Orang dengan kecenderungan perfeksionis sosial sangat peduli dengan cara mereka dipersepsikan.

Setelah mengirim pesan berisiko, mereka mulai memikirkan semua kemungkinan cara pesan itu bisa disalahpahami atau membuat mereka terlihat "kurang sempurna."

Dengan memutuskan koneksi, mereka berusaha melindungi citra diri mereka sendiri—atau setidaknya menghindari rasa malu yang mungkin muncul jika respon yang datang tidak sesuai harapan.

3. Overthinking dan Kecemasan Antisipatif (Anticipatory Anxiety)

Ini adalah bentuk kecemasan yang muncul bukan karena sesuatu yang sudah terjadi, tetapi karena sesuatu yang mungkin terjadi. 

Anda mulai memikirkan balasan seperti apa yang akan datang, apakah akan menyerang, mengabaikan, atau mengecewakan.

Daripada menghadapi ketidakpastian itu, banyak orang memilih untuk menghindar. 

Mematikan internet menjadi pelarian dari overthinking—padahal sayangnya, pikiran tetap berputar meskipun sinyal sudah mati.

4. Takut Hilang Kendali (Fear of Losing Control)

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore