Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 05.40 WIB

Putus Kontak dengan Narsistik? Ini 7 Reaksi Tak Terduga yang Mungkin Terjadi Menurut Psikologi

Ilustrasi simbol jarak atau pembatas yang muncul antara dua orang, menggambarkan situasi memutus kontak dalam hubungan interpersonal. (Freepik) - Image

Ilustrasi simbol jarak atau pembatas yang muncul antara dua orang, menggambarkan situasi memutus kontak dalam hubungan interpersonal. (Freepik)

JawaPos.com - Memutuskan hubungan dengan seseorang terkadang bisa menjadi langkah yang sulit, terutama jika dinamika dalam interaksi tersebut terasa rumit atau tidak sehat. Sering kali, orang yang memiliki kecenderungan narsistik bereaksi dengan cara-cara tertentu ketika mereka merasa kendali atau pengaruhnya mulai menghilang dari hidup Anda.

Situasi ini bisa memunculkan respons yang tidak terduga dari pihak mereka sebagai bentuk upaya untuk memulihkan keadaan atau mendapatkan kembali perhatian Anda. Mereka mungkin merasa terancam atau kehilangan sumber "pasokan" yang selama ini didapatkan dari interaksi tersebut. Dilansir dari Geediting.com Kamis (24/4), ada beberapa reaksi tak terduga yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh orang dengan sifat narsistik ketika Anda memutuskan semua kontak.

1. Mereka Akan Mencoba Menghubungi Kembali

Langkah awal satu di antara yang paling sering mereka lakukan adalah mencoba berbagai cara untuk membangun kembali komunikasi dengan Anda. Ini bisa berupa pesan singkat, panggilan telepon, email, atau bahkan menghubungi melalui teman bersama yang Anda kenal.

2. Mereka Akan Berusaha Membuat Anda Merasa Bersalah

Strategi umum lainnya adalah menggunakan manipulasi emosional agar Anda mempertanyakan keputusan untuk menjauh. Mereka mungkin menceritakan betapa menderitanya hidup mereka tanpa kehadiran Anda demi memicu rasa iba di dalam hati.

3. Mereka Memposisikan Diri sebagai Korban

Di mata orang lain atau bahkan di hadapan Anda, mereka akan menampilkan diri seolah-olah merekalah pihak yang paling tersakiti dalam situasi ini. Cerita yang dibagikan akan diputar sedemikian rupa agar Anda terlihat sebagai pelaku yang jahat atau tidak berperasaan.

4. Mereka Akan Melakukan Kampanye Menjelek-jelekkan

Bersiaplah menghadapi kemungkinan bahwa mereka akan menyebarkan cerita negatif atau kebohongan tentang diri Anda kepada orang-orang di sekitar Anda. Tujuannya jelas untuk merusak reputasi Anda di lingkungan sosial yang sama demi keuntungan citra diri mereka.

5. Mereka Akan Berusaha Memprovokasi Anda

Mereka mungkin sengaja melakukan hal-hal yang mereka tahu akan membuat Anda marah, kesal, atau bereaksi secara emosional. Reaksi kuat dari Anda bisa menjadi semacam bukti bahwa Anda masih peduli atau setidaknya masih terpengaruh oleh keberadaan mereka di dekat Anda.

6. Mereka Akan Bertindak Seolah Tidak Terjadi Apa-Apa

Dalam beberapa kasus, reaksi mereka bisa berupa berpura-pura bahwa tidak ada yang berubah atau terjadi hal serius di antara kalian berdua. Sikap acuh tak acuh ini bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh keputusan Anda atau bahwa mereka memiliki kendali penuh atas emosi mereka sendiri.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore