
Ilustrasi tujuh ciri psikologis orang yang merasa cemas dan gugup saat minum kopi.
JawaPos.com - Tak semua orang dapat minum kopi. Minuman favorit yang banyak dicari orang untuk memulai hari dengan energi dan fokus ini dapat memiliki efek yang berbeda untuk orang lain.
Bagi sebagian orang, kopi dapat menjerumuskan mereka ke dalam kecemasan dan kegelisahan. Semuanya tergantung pada karakter psikologis unik setiap orang. Orang-orang ini bahkan dapat merasa gelisah hanya dengan mencium aromanya.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri psikologis orang yang merasa cemas dan gugup saat minum kopi.
1. Sensitivitas terhadap stimulan
Bagi banyak orang, kopi adalah dorongan energi yang mendorong mereka bangun dari tempat tidur di pagi hari. Namun, bagi sebagian orang, stimulan yang sama dapat memicu datangnya kecemasan dan kegugupan.
Hal ini sering kali disebabkan oleh meningkatnya kepekaan terhadap kafein, hal yang tidak jarang terjadi. Faktanya, itu adalah sifat yang terkait dengan susunan genetik kita. Beberapa orang memang lebih sensitif terhadap stimulan dibandingkan yang lain.
Jika Anda merasa gelisah setelah menyesap satu atau dua teguk kopi, hal itu mungkin disebabkan tubuh Anda memetabolisme kafein secara berbeda dibandingkan orang lain.
Sistem tubuh Anda mungkin memprosesnya lebih lambat, yang menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, dan perasaan cemas.
2. Cenderung berpikir berlebihan
Mereka mungkin orang yang sering kali terbangun di malam hari dengan pikiran yang penuh. Mereka tidak dapat beristirahat dan bersantai dengan tenang. Psikolog mengatakan ini adalah sifat umum di antara mereka yang mengalami kecemasan.
Sekarang, gabungkan pikiran berlebihan dengan kafein. Kopi merangsang sistem saraf pusat dan dapat meningkatkan kewaspadaan mental. Ini mungkin terdengar bagus, tetapi bagi seorang pemikir berlebihan, ini dapat berubah menjadi maraton pikiran dan skenario terburuk.
Tidak perlu benar-benar berhenti minum kopi, yang penting adalah memahami sifat Anda dan membuat penyesuaian kecil demi kesejahteraan Anda.
3. Tingkat neurotisisme yang tinggi
Neurotisisme merupakan sifat psikologis yang ditandai oleh ketidakstabilan emosi, kecemasan, suasana hati yang buruk, dan kecenderungan stres. Ini adalah salah satu dari 'Lima Besar' ciri kepribadian yang diterima secara luas dalam psikologi, bersama dengan sifat ekstrovert, sifat mudah bergaul, sifat teliti, dan sifat terbuka.
Mereka yang memiliki tingkat neurotisme tinggi sering kali mengalami respons yang meningkat terhadap stres dan dapat lebih rentan terhadap perasaan khawatir dan takut. Sekarang, tambahkan secangkir kopi kental ke dalam campuran ini.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
