Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 06.00 WIB

7 Tanda Media Sosial Membuat Kamu Lebih Cemas dari Sebelumnya Menurut Psikologi

Tanda media sosial buat kamu lebih cemas dari sebelumnya menurut psikologi./Freepik.

JawaPos.com – Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, tetapi tanpa disadari, penggunaannya yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan mental seperti rasa cemas.

Menurut psikologi, media sosial dapat memicu perasaan cemas, terutama ketika seseorang terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, terobsesi dengan validasi digital, atau merasa takut ketinggalan informasi (FOMO).

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (23/4), diterangkan bahwa terdapat tujuh tanda media sosial membuat kamu lebih cemas dari sebelumnya menurut psikologi.

  1. Membandingkan diri dengan orang lain

Perangkap membandingkan diri melalui media sosial telah menjadi fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan digital saat ini. Setiap kali membuka feed media sosial, kita disuguhi berbagai konten tentang teman yang sedang berlibur mewah, rekan kerja yang mendapat promosi, atau teman seusia yang sudah membeli rumah pertama mereka.

Meski terlihat menyenangkan, konten-konten tersebut seringkali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang, bukan realitas sehari-hari yang penuh tantangan dan hal-hal biasa.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing dan apa yang terlihat di media sosial hanyalah highlight reel yang telah dikurasi dengan cermat.

  1. Kebutuhan akan validasi yang tak berkesudahan

Perasaan bahagia yang muncul ketika postingan mendapat banyak like atau share telah menjadi fenomena umum di era digital. Tombol like yang sebenarnya hanya simbol dukungan digital telah berubah menjadi tolok ukur nilai diri bagi sebagian orang.

Sistem notifikasi yang terus-menerus membuat kita obsesif mengecek ponsel setiap beberapa menit. Platform media sosial sengaja dirancang untuk mengeksploitasi kebutuhan akan pengakuan ini, yang pada akhirnya dapat memicu kecemasan, stres, dan menurunkan kepercayaan diri.

  1. Teralihkan dari momen saat ini

Kebiasaan meraih ponsel di setiap kesempatan telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Alih-alih menikmati momen yang sedang berlangsung, pikiran kita justru tenggelam dalam dunia maya, memperhatikan kehidupan orang lain atau merencanakan konten yang akan dibagikan.

Kebiasaan ini tidak hanya mengganggu kesehatan mental tetapi juga membuat kita kehilangan kesempatan untuk benar-benar hadir dalam setiap momen berharga. Mengatur batasan waktu penggunaan media sosial menjadi penting untuk mengembalikan keseimbangan hidup.

  1. Ilusi konektivitas

Media sosial menawarkan koneksi semu yang seringkali membuat kita merasa lebih terisolasi. Memiliki ratusan atau bahkan ribuan “teman” dan “pengikut” di dunia maya tidak menjamin adanya hubungan yang bermakna.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore