Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 20.50 WIB

Orang Dewasa yang Diam-diam Masih Mencari Persetujuan Orang Tua Biasanya memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang sedang berbicara dengan orang tua. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang berbicara dengan orang tua. (Freepik)

JawaPos.com – Menjadi dewasa sering kali diasosiasikan dengan kemandirian penuh dalam mengambil setiap keputusan penting dalam hidup pribadi seseorang.

Namun, bagi sebagian individu, proses untuk lepas dari pengaruh atau pandangan orang tua ternyata tidak bisa sepenuhnya hilang seiring bertambahnya usia.

Ada orang-orang yang meskipun secara lahiriah sudah sangat mandiri, secara emosional mereka masih membawa kebutuhan akan validasi dari figur orang tua.

Mereka mungkin tidak secara terang-terangan meminta izin, tetapi perilaku mereka mencerminkan keinginan kuat untuk membuat orang tua merasa bangga dan setuju.

Melansir dari Geediting.com Rabu (23/4), berikut beberapa ciri khas yang sering kali tanpa sadar ditunjukkan oleh orang dewasa yang masih mencari persetujuan orang tua mereka.

  1. Terlalu memikirkan pendapat orang tua

Mereka menghabiskan banyak waktu dan energi mental untuk menganalisis apa yang mungkin dipikirkan orang tua tentang pilihan hidupnya.

Setiap keputusan, besar atau kecil, seringkali dipertimbangkan secara berlebihan demi menghindari kemungkinan ketidaksetujuan dari ayah atau ibu.

  1. Sulit membuat keputusan penting sendiri

Meskipun sudah mampu, mereka merasa sangat berat atau tidak yakin saat harus mengambil langkah besar tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan orang tua.

Kebutuhan akan masukan atau restu orang tua terasa begitu penting hingga proses pengambilan keputusan menjadi terhambat karenanya.

  1. Terus memberi kabar perkembangan diri

Ada dorongan kuat untuk selalu memberi laporan detail mengenai karir, hubungan asmara, atau pencapaian lain kepada orang tua.

Mereka seolah ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam hidupnya diketahui dan disetujui oleh ayah atau ibu.

  1. Mencari validasi untuk setiap prestasi

Rasa bangga atas pencapaian yang diraih terasa kurang lengkap jika belum mendapatkan pujian atau pengakuan positif dari orang tua mereka.

Validasi dari orang tua menjadi barometer penting yang menentukan seberapa berharga atau suksesnya prestasi tersebut dalam pandangan mereka.

  1. Menghindari konflik dengan segala cara

Mereka cenderung menghindari perbedaan pendapat atau konfrontasi terbuka dengan orang tua meskipun merasa tidak nyaman.

Keinginan menjaga hubungan harmonis dan tidak menimbulkan kekecewaan membuat mereka rela mengalah atau menyembunyikan perasaan sendiri.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore