
Ilustrasi perbedaan pandangan dan kebiasaan antargenerasi di lingkungan kerja. (Freepik)
JawaPos.com - Berbicara soal dunia kerja, setiap generasi tentu punya pandangan dan prioritasnya sendiri dalam menjalani rutinitas harian di kantor. Apa yang dianggap normal atau bahkan sebuah keharusan di masa lalu mungkin saja tidak lagi relevan atau sehat bagi para pekerja saat ini.
Terutama bagi generasi milenial, ada beberapa kebiasaan di tempat kerja yang dulunya dianggap biasa bahkan dinormalisasi oleh generasi sebelumnya. Namun, kini kebiasaan-kebiasaan tersebut perlahan mulai mereka tinggalkan demi kesejahteraan dan efektivitas kerja yang lebih baik.
Melansir Geediting.com pada Selasa (22/4), berikut adalah delapan kebiasaan toxic di lingkungan kerja yang kini mulai ditinggalkan oleh generasi milenial.
1. Menilai Komitmen dari Jam Kerja di Kursi
Satu di antara kebiasaan yang mulai ditinggalkan adalah anggapan bahwa karyawan paling berkomitmen adalah mereka yang paling lama duduk di kantor. Produktivitas dan hasil kerja sekarang dinilai lebih penting daripada sekadar menghabiskan banyak waktu fisik di dalam gedung perusahaan setiap hari.
2. Menganggap Kelelahan Parah Sebagai Penghargaan
Milenial tidak lagi melihat kondisi burnout atau kelelahan ekstrem akibat kerja sebagai sesuatu yang patut dibanggakan atau tanda keberhasilan. Mereka sadar bahwa kesehatan mental dan fisik adalah prioritas utama yang harus dijaga demi keberlanjutan kinerja jangka panjang.
3. Menimbun Hari Libur Seperti Trofi
Menyimpan cuti atau hari libur sebanyak mungkin layaknya mengoleksi piala bukanlah kebiasaan yang diminati oleh generasi ini di tempat kerja. Mereka memahami pentingnya istirahat dan pemulihan untuk menjaga kesehatan mental serta produktivitas kerja agar tetap optimal.
4. Memperlakukan Gaji Sebagai Rahasia Negara
Diskusi terbuka mengenai besaran gaji atau kompensasi di antara rekan kerja tidak lagi dianggap tabu atau sesuatu yang harus disembunyikan rapat-rapat. Transparansi gaji dipandang sebagai langkah penting menuju keadilan dan kesetaraan di lingkungan profesional modern.
5. Menyamakan Loyalitas dengan Bertahan Selamanya
Konsep loyalitas kepada perusahaan tidak lagi diartikan sebagai keharusan untuk bekerja di tempat yang sama sampai pensiun datang menyapa. Loyalitas kini lebih dimaknai sebagai kontribusi terbaik selama masih menjadi bagian dari tim, bukan masalah durasi waktu yang sangat panjang.
6. Berpura-pura Kesehatan Mental Bukan Urusan Kantor

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
