Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 23.07 WIB

Mengenal 7 Ciri Orang dengan Ketakutan Berlebihan terhadap Jarum Suntik Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan rasa cemas atau takut saat dihadapkan pada jarum suntik (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan rasa cemas atau takut saat dihadapkan pada jarum suntik (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Menghadapi jarum suntik, seperti saat akan divaksin atau diambil darah, bisa menjadi momen yang menegangkan bagi sebagian orang. Namun, bagi individu tertentu, ketakutan ini bisa berkembang menjadi sangat intens bahkan sampai terasa tidak masuk akal bagi orang lain di sekitarnya.

Ternyata ada penjelasan psikologis di balik ketakutan kuat terhadap jarum suntik yang dialami oleh beberapa orang ini. Ketakutan ini bukan sekadar rasa gugup biasa melainkan fobia spesifik yang berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari.

Melansir dari Geediting.comSenin (21/4), psikologi mengidentifikasi beberapa ciri khas pada orang dengan ketakutan irasional terhadap jarum suntik.

1. Sensitivitas Tinggi terhadap Antisipasi

Satu di antara ciri yang muncul adalah kepekaan sangat tinggi terhadap momen menunggu atau antisipasi prosedur yang melibatkan jarum. Rasa cemas dan tegang bisa mulai terasa jauh sebelum jarum itu sendiri terlihat atau bahkan hanya sekadar memikirkan janji medis.

2. Mengaitkan Jarum dengan Pengalaman Negatif

Orang-orang ini seringkali memiliki ingatan kuat atau asosiasi negatif yang terbentuk dari pengalaman masa lalu terkait jarum. Mungkin ada kejadian traumatis di masa kecil atau pengalaman tidak menyenangkan yang membuat mereka menghubungkan jarum dengan rasa sakit atau hal buruk.

3. Takut Pingsan atau Merasa Sakit

Ketakutan mereka seringkali juga melibatkan kekhawatiran berlebihan akan reaksi fisik tubuh seperti pingsan mendadak atau merasa sangat sakit setelah prosedur jarum. Pikiran tentang sensasi fisik yang tidak diinginkan ini menambah tingkat kecemasan mereka secara signifikan.

4. Persepsi Nyeri yang Lebih Tinggi

Secara psikologis, individu dengan fobia jarum mungkin benar-benar merasakan sensasi nyeri lebih intens dibandingkan orang lain pada rangsangan yang sama. Persepsi nyeri yang meningkat ini bukanlah dibuat-buat melainkan respons nyata dari sistem saraf mereka terhadap jarum.

5. Takut Kehilangan Kendali Diri

Situasi yang melibatkan jarum seringkali memunculkan rasa takut akan kehilangan kontrol atas diri sendiri atau tubuh mereka. Mereka khawatir tidak bisa mengendalikan reaksi takut, pingsan, atau menunjukkan perilaku panik di depan orang lain saat prosedur berlangsung.

6. Menghindar Sebagai Mekanisme Koping

Untuk menghindari perasaan cemas dan takut yang sangat tidak nyaman, mereka cenderung menggunakan penghindaran total terhadap situasi terkait jarum. Ini bisa berarti menunda atau bahkan membatalkan janji medis penting yang sebenarnya memerlukan tindakan dengan jarum.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore