Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 00.33 WIB

Sering Menangis Saat Tidur atau Saat Terbangun? Waspadai Gejala Demensia

Ilustrasi seseorang yang mengalami mimpi buruk/pexels - Image

Ilustrasi seseorang yang mengalami mimpi buruk/pexels

JawaPos.com - Menangis setelah mengalami mimpi buruk bisa meninggalkan perasaan berat bahkan setelah tersadar. Tetapi, menangis saat tidur ternyata bukan hal yang harus dikhawatirkan secara berlebihan.

Jika anda masih bisa menangis, tandanya seseorang belum mati rasa, anda masih manusia. Manusia akan selalu merasakan emosi dan air mata adalah salah satu cara kita memproses emosi.

Pada bayi menangis saat tidur biasanya terjadi saat transisi tidur, saat mereka belum terbiasa berpindah dari satu fase tidur ke fase lainnya.

Sementara itu, bagi orang dewasa, menangis saat tidur menandakan adanya perasaan lelah secara emosional, kondisi kesehatan mental, atau pengalaman traumatis yang dapat memicu tangisan saat tidur maupun saat terbangun.

Berbeda dengan usia lansia, saat di tahap usia ini menangis saat tidur berkaitan dengan gejala demensia, tantangan kesehatan mental, dan emosional akibat proses penuaan dan tekanan akibat perubahan hidup yang sedang mereka jalani.

Mengutip dari laman www.verywellmind.com berikut adalah penjelasan secara lengkap mengapa seseorang bisa menangis tanpa sadar saat tertidur.

Penyebab anda menangis saat tidur:

Transisi tidur

Salah satu tahap tidur adalah Rapid Eye Movement (REM) atau tidur ringan. Karena belum terbiasa berpindah dari tidur pulas ke dalam tidur ringan, seseorang akan merasa tidak nyaman. Bayi paling sering mengalami transisi tidur yang ditandai dengan tangisan terus menerus saat tidur.

Teror di malam hari

Teror malam adalah gangguan tidur yang biasanya tidak diingat ketika terbangun. Gejalanya bisa meliputi bergerak liar, berteriak, berjalan di dalam tidur, dan menangis saat tidur ataupun setelahnya. Teror malam ini biasanya berkurang ketika anak berumur sepuluh tahun.

Mimpi buruk

Mimpi buruk yang intenz dapat menyebabkan seseorang menangis saat terbangun. Biasanya tangisan ini diikuti dengan keadaan takut dan cemas. Mimpi buruk secara psikologis berkaitan dengan cara yang sulit dalam memproses emosi, seperti stres dan kecemasan.

Emosi terpendam

Setiap orang memiliki cara berbeda di dalam menghadapi duka. Ada yang terbuka dan segera mencari bantuan, sementara yang lain memilih untuk menyimpan perasaan dan tetap sibuk seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, di malam hari emosi yang ditekan bisa muncul dan menyebabkan gangguan tidur, termasuk menangis saat tidur.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore