
Ilustrasi seseorang yang kesulitan meminta dukungan emosional
JawaPos.com - Dalam kehidupan dewasa, banyak orang tampaknya memiliki satu kesamaan yang menyakitkan: mereka sulit untuk meminta bantuan emosional ketika sedang terpuruk.
Meskipun mereka tampak mandiri, kuat, atau bahkan “baik-baik saja” di permukaan, sering kali ada badai emosional yang mereka tanggung sendirian.
Psikologi modern menunjukkan bahwa kesulitan ini tidak muncul begitu saja—banyak dari kita membawa luka emosional yang berasal dari masa kanak-kanak.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (20/4) terdapat tujuh perilaku atau pengalaman masa kecil yang menurut psikolog sangat mungkin menjadi akar dari kesulitan seseorang dalam mencari atau menerima dukungan emosional di masa dewasa:
1. Dibesarkan dalam Lingkungan yang Mengutamakan Ketangguhan daripada Kepekaan
Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang menganggap ekspresi emosi sebagai tanda kelemahan, atau selalu menekankan untuk “tangguh dan tidak cengeng,” tumbuh menjadi individu yang merasa malu saat menunjukkan perasaan.
Dalam lingkungan seperti ini, permintaan bantuan emosional dianggap sebagai kelemahan, bukan kebutuhan manusiawi.
Akibatnya, mereka belajar untuk menekan emosi dan membungkam kebutuhan batin mereka sendiri.
2. Orang Tua yang Emosional Tidak Tersedia atau Tidak Responsif
Beberapa anak tumbuh dengan orang tua yang secara fisik hadir tetapi secara emosional absen.
Ketika anak menunjukkan kesedihan atau ketakutan, respons yang mereka terima mungkin dingin, datar, atau bahkan diabaikan.
Anak-anak yang mengalami ini belajar bahwa berbagi perasaan tidak membawa kelegaan—hanya kekecewaan.
Pola ini bertahan hingga dewasa, membuat mereka merasa sia-sia atau takut ketika mencoba membuka diri.
3. Menjadi “Pengasuh Kecil” dalam Keluarga
Sebagian anak dipaksa untuk tumbuh lebih cepat karena harus merawat orang tua atau saudara yang lemah, tidak stabil secara emosional, atau menghadapi masalah seperti kecanduan.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
