Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 14.36 WIB

7 Ciri Unik dari Seseorang yang Tidak Terlalu Suka dengan Obrolan Ringan: Salah Satunya Senang Berpikir Lebih Dalam

 

Ilustrasi obrolan ringan.(Unsplash.com/christin@awotchintechchat)


JawaPos.com - Dalam lingkungan sosial, dapat kita temukan berbagai macam karakter seseorang. Ada yang begitu bertemu langsung ramah dengan obrolan ringan, bahkan ada yang tidak terlalu suka dengan hal tersebut.

Melansir dari laman Hello Sehat pada Senin (14/04), obrolan ringan atau yang sering disebut dengan small talk bisa digunakan untuk memulai hubungan, terutama dengan orang yang baru dikenal.

Dalam hubungan sosial atau profesional, obrolan ringan ini berfungsi sebagai “ice breaker” yang efektif untuk mencairkan suasana dan membangun keakraban. Terutama jika pekerjaan menyangkut banyak orang dan perlu membina hubungan dengan baik.

Namun ada pula orang yang tidak terlalu suka dengan obrolan ringan, melansir dari laman News Reports pada Senin (14/04) mereka memiliki 7 ciri unik ini :

1. Senang berpikir lebih dalam

Ketika berbicara ringan, mereka yang menghindari itu sering melakukannya karena senang berpikir lebih dalam. Mereka adalah tipe orang yang senang menyelami topik, mengeksplorasi ide-ide baru, dan membedah masalah yang kompleks.

Sifat ini sering dikaitkan dengan introvert, tetapi tidak eksklusif untuk mereka. Siapapun yang menghargai kedalaman daripada keluasan dalam percakapan bisa masuk ke dalam kategori ini.

Seperti yang pernah dikatakan psikiater dan psikoanalis Swiss Carl Jung, "Pertemuan dua kepribadian seperti kontak dua zat kimia: jika ada reaksi, keduanya berubah." Bagi orang-orang yang tidak tahan dengan obrolan ringan, mereka mendambakan reaksi transformasional ini dalam interaksi mereka.

2. Menginginkan keaslian

Mereka berusaha untuk interaksi yang tulus dan bukan sekedar basa-basi. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka tidak nyaman dan lebih mendambakan keaslian dirinya untuk berbicara hal-hal yang tidak biasa.

Psikolog terkenal Rollo May memukul paku di kepala ketika dia berkata, "Komunikasi mengarah pada komunitas, yaitu pengertian, keintiman dan saling menghargai." Bagi kamu yang tidak terlalu suka dengan obrolan ringan, inilah pemahaman dan keintiman dalam percakapan, bukan hanya pertukaran kata.

3. Toleransi rendah untuk ketidaktulusan

Bagi orang-orang yang tidak tahan dengan obrolan ringan, situasi ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan kecil, yakni sumber ketidaknyamanan yang tulus. Sigmund Freud, bapak psikoanalisis pernah berkata, "Menjadi sepenuhnya jujur pada diri sendiri adalah latihan yang baik."

Bagi mereka yang tidak tahan dengan obrolan ringan, kejujuran ini meluas ke aspek kehidupan lainnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore