Ilustrasi obrolan ringan.(Unsplash.com/christin@awotchintechchat)
JawaPos.com - Dalam lingkungan sosial, dapat kita temukan berbagai macam karakter seseorang. Ada yang begitu bertemu langsung ramah dengan obrolan ringan, bahkan ada yang tidak terlalu suka dengan hal tersebut.
Melansir dari laman Hello Sehat pada Senin (14/04), obrolan ringan atau yang sering disebut dengan small talk bisa digunakan untuk memulai hubungan, terutama dengan orang yang baru dikenal.
Dalam hubungan sosial atau profesional, obrolan ringan ini berfungsi sebagai “ice breaker” yang efektif untuk mencairkan suasana dan membangun keakraban. Terutama jika pekerjaan menyangkut banyak orang dan perlu membina hubungan dengan baik.
Namun ada pula orang yang tidak terlalu suka dengan obrolan ringan, melansir dari laman News Reports pada Senin (14/04) mereka memiliki 7 ciri unik ini :
1. Senang berpikir lebih dalam
Ketika berbicara ringan, mereka yang menghindari itu sering melakukannya karena senang berpikir lebih dalam. Mereka adalah tipe orang yang senang menyelami topik, mengeksplorasi ide-ide baru, dan membedah masalah yang kompleks.
Sifat ini sering dikaitkan dengan introvert, tetapi tidak eksklusif untuk mereka. Siapapun yang menghargai kedalaman daripada keluasan dalam percakapan bisa masuk ke dalam kategori ini.
Seperti yang pernah dikatakan psikiater dan psikoanalis Swiss Carl Jung, "Pertemuan dua kepribadian seperti kontak dua zat kimia: jika ada reaksi, keduanya berubah." Bagi orang-orang yang tidak tahan dengan obrolan ringan, mereka mendambakan reaksi transformasional ini dalam interaksi mereka.
2. Menginginkan keaslian
Mereka berusaha untuk interaksi yang tulus dan bukan sekedar basa-basi. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka tidak nyaman dan lebih mendambakan keaslian dirinya untuk berbicara hal-hal yang tidak biasa.
Psikolog terkenal Rollo May memukul paku di kepala ketika dia berkata, "Komunikasi mengarah pada komunitas, yaitu pengertian, keintiman dan saling menghargai." Bagi kamu yang tidak terlalu suka dengan obrolan ringan, inilah pemahaman dan keintiman dalam percakapan, bukan hanya pertukaran kata.
3. Toleransi rendah untuk ketidaktulusan
Bagi orang-orang yang tidak tahan dengan obrolan ringan, situasi ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan kecil, yakni sumber ketidaknyamanan yang tulus. Sigmund Freud, bapak psikoanalisis pernah berkata, "Menjadi sepenuhnya jujur pada diri sendiri adalah latihan yang baik."
Bagi mereka yang tidak tahan dengan obrolan ringan, kejujuran ini meluas ke aspek kehidupan lainnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
